Kamis, 15 September 2011
Wanita Diingatkan, Sopir Cabul di Jakarta Berkeliaran
Beritabatavia.com - Polda Metro Jaya ingatkan bagi para wanita yang menumpang angkutan umum di Jakarta
sendirian, hendaknya berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaanya apalagi pada jam-jam sepi. Mengingat, sopir angkutan perkotaan (angkot) kini semakin berkeliaran di penjuru wilayah Jakarta.
"Kita ingatkan sekaligus menghimbau kepada para perempuan yang berangkat atau pulang kerja, kuliah atau melakukan aktivitas malam hari, hendaknya tidak sendirian. Harus ada teman yang menemani," saran Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/9).
Selain itu, lanjut dia, penumpang perempuan harus lebih waspada dengan mengenali angkutan yang ditumpanginya, sehingga saat terjadi sesuatu akan dengan mudah melacaknya. "Penumpang harus mengenali ciri kendaraan. Diidentifikansi nomor kendaraannya, bila perlu identitas sopir," ucapnya.
Jika ada hal tertentu yang menimpa masyarakat ketika berada di kendaraan umum atau angkot, secepatnya melapor kepada kepolisian.
Dikatakan, pihak kepolisian pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menindak kendaraan-kendaraan umum, khususnya angkot yang menggunakan kaca film yang gelap. "Kita koordinasikan (dengan Dishub) untuk sama-sama melakukan penindakan," ucapnya.
Polda Metro Jaya juga mengimbau kepada perusahaan angkutan supaya sopir-sopirnya dilengkapi identitas perusahaan. Bahkan sebaiknya perusahaan memberikan kartu identitas lengkap dan sopirnya kalau bisa diberi baju identitas perusahaan, tegasnya.
Kejadian perampokan disertai pemerkosaan di angkutan perkotaan (angkot) dalam kurun waktu terakhir ini kerap menghantui warga Jakarta, khususnya untuk kaum hawa.
Kasus pertama menimpa mahasiswi Universitas Bina Nusantara, Livia Lavita Sulistiyo menjadi korban perampokan sekaligus pemerkosaan yang dilakukan di dalam angkot M24 jurusan Srengseng-Kebon Jeruk.
Kini kasus serupa terjadi di Jakarta Selatan, tetapi bersyukur nyawa RSR (27) tidak dihabisi pelakunya. Kejadian tersebut terjadi ketika karyawati tersebut hendak pulang ke rumahnya yang terletak di Pondok Gede, Bekasi, Kamis (1/9/2011). Korban awalnya menumpang Kopaja P19 dari Sudirman. Kemudian, ia kemudian turun di Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 24.00 WIB.
Setelah turun Kopaja dengan maksud untuk berganti angkutan yang akan membawanya ke Pasar Rebo, Jakarta Timur, tiba-tiba pelaku yang terdiri dari empat orang, dengan membawa angkutan kota jurusan Ciputan-Pondok Labu (D 02) menawarkan korban untuk segera diantarkan ke tempat tujuannya.
Saat itu ada empat pelaku, satu orang sopir dan tiga lainnya berada di belakang. Seakan mendapatkan bantuan, RSR pun langsung percaya untuk menumpang angkot pelaku. Tiba-tiba saat dalam perjalanan, para pelaku yang terdiri dari Yogi, Sebastian, Andri, dan Aris malah memperkosa korban dalam keadaan mobil berjalan.
Korban dibawa-bawa muter-muter di Jalan TB Simatupang-Cilandak dengan mengeraskan bunyi musik dan mematikan lampu dalam kendaraan. Saat itulah korban diperkosa bergantian
Pada saat diperkosa korban tidak berdaya apa-apa, dibawah ancaman korban hanya bisa pasrah para pelaku menggilirnya dalam keadaan tangan terikat dan mulut disekap. Pelaku pun mengancam, kalau korban berteriak maka akan membunuhnya.
Setelah puas melampiaskan nafsu birahinya, kemudian para pelaku menyuruhnya kembali untuk memakai pakaiannya dan tiga handphonenya pun diambil pelaku. Kemudian menurunkan korban di Sekitar Komplek Marinir deekat Pemancingan sekitar pukul 02.00 WIB. Kemudian korban pun melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi.
Dua minggu kemudian pelaku baru bisa diketahui keberadaannya, sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (12/9) korban yang baru pulang kerja, tiba-tiba melihat pelaku sedang menyetir angkotnya di Cilandak. Kemudian korban melaporkan kepada Polantas untuk menangkap pelaku. o end