Kamis, 29 September 2011
Polisi Gendut Dihukum Rekening Gendut Dibiarkan
Beritabatavia.com - Kasus dugaan rekening gendut sejumlah perwira tinggi Polri hilang dari peredaran, dan berganti menjadi masalah soal polisi bertubuh gendut dan perut buncit.
Memang polisi bertubuh gendut dan perut besar berbeda dengan polisi pemilik rekening gendut. Entah sengaja atau tidak, untuk mengimbangi kasus rekening gendut sejumlah perwira Polri. Institusi penegak hukum itu, kini giat merazia sosok polisi yang bertubuh gemuk dan perut buncit. Di sejumlah Polres diberlakukan wajib diet dan latihan untuk menurunkan berat badan, sekaligus berupa sanksi bagi para anggota Polri bertubuh gemuk dan perut besar itu.
Sementara, kasus dugaan kepemilikan rekening gendut sejumlah perwira tinggi Polri yang mencurigakan, kini tak terdengar lagi, hilang ditelan bumi.
Konon, ada sejumlah Jenderal dan perwira menengah memiliki rekening gendut yang diduga berasal dari aliran dana mencurigakan. Bahkan, anak seorang Jenderal bintang dua mantan ajudan Presiden disebut-sebut menerima aliran dana sebesar Rp54 miliar. Dana itu diduga ada kaitannya dengan dua perusahaan bermasalah.
Kabareskrim saat itu Komjen Ito Sumardi menyatakan ada 21 perwira pemilik rekening mencurigakan. Lulusan AKPOL 1977 itu juga mengaku telah menerima perintah Kapolri untuk melakukan klarifikasi terhadap para perwira tersebut. Tetapi, hingga pergantian Kapolri kepada Jenderal Timur Pradopo, kasus tersebut tidak lagi terdengar beritanya. Bahkan, terakhir Komjen Ito Sumardi menyatakan bahwa para Jenderal pemilik rekening gendut itu bukan penjahat.
Polisi Harus Lincah
Idealnya, setiap anggota polisi dituntut selalu sigap dan lincah dalam menjalankan tugasnya, apalagi jika harus bertugas menangkap penjahat di lapangan. Tuntutan itu tentu tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga kebugaran dan kondisi badan yang proporsional. Jika ditemukan ada anggota over weight, akan dikenai hukuman lari pagi setiap hari Selasa dan Jumat.
Menyadari hal itu, pihak Polres Magelang Kota mewajibkan seluruh anggotanya untuk melakukan kegiatan cek fisik dan cek kesehatan di Alun-alun Kota Magelang.
Kapolres Magelang Kota AKBP Guritno Wibowo mengatakan, kegiatan ini dilakukan supaya dalam pengamanan di lapangan para anggota bisa melakukan tugas dengan sigap dan tidak kelebihan berat badan. "Kalau ditemukan ada anggota over weight (kegemukan), akan dikenai hukuman lari pagi setiap hari Selasa dan Jumat," katanya.
Ia menyebutkan, berat badan anggota polisi dengan usia di bawah 51 tahun dan tinggi badan 170 cm harus 56-67 kg. Sementara itu, untuk anggota polisi yang sudah berusia lebih dari 51 tahun dan ketika cek kesehatan ada gejala kegemukan, diberikan keringanan untuk cek kesehatan fisik. "Ukuran berat badan disesuaikan dengan umur. Tahun kemarin di temukan 63 anggota polisi yang kelebihan berat badan," ujarnya.
Sebelum melakukan cek fisik, mereka wajib melakukan berbagai kegiatan olahraga, di antaranya melakukan lari 12 menit mengitari lapangan sejauh 200 meter, sit up selama satu menit, pull up selama satu menit sebanyak 30 kali, push up 25 kali, dan lari 8 kali putaran. "Pengecekan ini dilakukan setiap enam bulan sekali sesuai intruksi dari Polri agar polisi sebagai pengayom masyarakat selalu siap, gesit, dan sigap dalam keadaan apa pun," katanya.
Upaya membuat ideal tubuh setiap anggota Polri agar tidak gendut, perut buncit juga berlangsung di Polres Nganjuk, Jawa Timur. Polres Nganjuk mewajibkan setiap anggotanya yang memiliki tubuh gendut mengikuti program pengurangan berat badan alias diet.
Hasilnya sekitar 92 polisi berbadan gendut yang bertugas di wilayah hukum Polres Nganjuk, wajib mengikuti program diet untuk menjadikan fisik anggota polisi lebih sehat dan ideal.
"Mereka yang kebanyakan bertubuh bongsor ini diwajibkan mengikuti latihan fisik tiap Selasa dan Jumat selama tiga bulan mendatang," ujar Kapolres Nganjuk AKBP Anton Sasono, kemarin.
Dengan program ini, lanjut dia, diharapkan polisi bertubuh gemuk bisa mencapai berat badan ideal sehingga dapat bekerja lebih maksimal.
"Jika dalam tiga bulan kita anggap belum berhasil, anggota akan kita ikutkan pada program gelombang ke dua," lanjutnya. Beberapa jenis olah fisik disiapkan untuk para polisi ini. Mulai lari minimal 3 km, scott jump, senam, hingga oleh raga bela diri. Para polisi bertubuh subur ini juga diminta mengurangi makanan dan minuman yang berpotensi mempercepat terjadinya kegemukan. Sayangnya, upaya keras untuk mengungkap sejumlah perwira yang memiliki rekening gendut, tak segencar yang dilakukan terhadap anggota polisi bertubuh gendut dan perut buncit. son/end