Jumat, 02 April 2010

Kebakaran Pasar Kebayoran Lama Berangsur Padam

Ist.
Beritabatavia.com -

Si jago merah berangsur padam setelah mengamuk sejak pukul 8.00 , Jumat (2/4) di pusat perbelanjaan Ramayana lantai 3, 2 dan 1 PD Pasar Jaya Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hingga saat ini kerugian belum dapat ditaksir. Tapi sebagai gambaran, ratusan kios di dalam gedung itu ludes terbakar. Sampai pukul 17.00, kondisinya pasar itu masih diselimuti kepulan asap hitam yang berasal dari kobaran api. Puluhan petugas pemadam kebakaran terlihat mulai masuk ke dalam pasar untuk melakukan upaya pemadaman yang lebih intensif serta memastikan api telah benar-benar padam.

"Kita belum bisa memprediksi nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Hingga saat ini kerugian belum bisa dipastikan," ujar Joko Setyanto, Direktur Operasional PD Pasar Jaya.

Terkait kerusakan kios dan barang yang berada di dalam lokasi gedung yang terbakar, Penanggung Jawab Operasi Ramayana Moan Hutabarat mengatakan, pihaknya telah mengasuransikannya kepada perusahaan jasa asuransi.

Puluhan petugas pemadam kebakaran Jakarta Selatan, Pusat dan Barat yang datang menggunakan 35 unit mobil pemadam kebakaran masih berjibaku dengan api yang mulai mengecil. Namun mereka mengalami kendala karena hidran pasar rusak, sehingga terpaksa harus menunggu mobil yang mengambil cadangan air di lokasi yang jaraknya mencapai 2 kilometer di Kali Pesanggrahan di Cipulir.

Selain itu, kepulan asap hitam yang mengganggu penglihatan, terkadang juga masih terdengar ledakan dari dalam gedung. Bahkan, pecahan kaca sesekali terlempar keluar juga harus diwaspadai oleh petugas pemadam. Ironisnya, kondisi ini tidak menyurutkan warga untuk menonton kebakaran tersebut.

Susi (23), pegawai toko sepatu di lantai 2 mengatakan, saat awal kebakaran, hampir seluruh toko yang berada di dalam gedung baru akan membuka kiosnya. Sekitar pukul 08.00, dirinya mengaku mendengar ledakan dari lantai 3, yang diikuti teriakan para pedagang. "Semuanya ikutan lari, dan tidak ada yang sempat membawa barang dagangan lagi," ceritanya.

Sedangkan, sebagian pedagang di lantai 1 sempat menyelamatkan barang dagangannya. Susi menambahkan, bangunan yang terbakar itu dua bulan lalu baru saja dicat ulang. O brn