Minggu, 23 Oktober 2011

Sutanto Dicopot, Polri Gagal

Ist.
Beritabatavia.com - Pencopotan jabatan Sutanto sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada reshuffle baru-baru ini, sebagai bukti BIN gagal menjalankan tugas intelijen diantaranya upaya deteksi dini dan antisipasi terhadap ancaman teror bom dan aksi amuk massa yang kian marak.

Hal tersebut disampaikan ketua presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane. Dia juga menilai, kegagalan mantan Kapolri Jenderal (pur) Sutanto menjalankan tugas sebagai pimpinan BIN, sekaligus menjadi kegagalan Polri.  Karena, tugas yang dipercayakan kepada mantan Kapolri merupakan penghargaan kepada Polri. Sebab, jabatan kepala BIN biasanya dipegang oleh perwira tinggi TNI.

Akibat ketidak mampuan Sutanto melaksanakan tugas sebagai kepala BIN, Presiden SBY kembali mempercayakan jabatan itu kepada perwira tinggi TNI AD Letjen Marciano.Meskipun, dalam era demokratisasi modren, institusi intelijen negara seharusnya dipegang sipil.

Menurut Neta Pane, pencopotan Sutanto kemudian digantikan oleh Marciano, secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak buruk terhadap citra dan kinerja Polri ke depan.
Apalagi, bila Marciano melakukan perubahan radikal di tubuh BIN, termasuk perombakan di jajaran pimpinan. Sebab, saat ini sekitar 16 jenderal polisi ditarik Sutanto untuk menduduki posisi yang sebelumnya dijabat para perwira militer.

Namun demikian, Neta melanjutkan, pihaknya berharap Marciano dapat membawa BIN menjadi profesional serta meningkatkan kemampuan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai ancaman  pihak-pihak asing yang selalu berusaha merongrong NKRI. Serta upaya cegah tangkal dari ancaman ideologi, politik sosial dan pertahanan keamanan serta ekonomi.
Jika Marciano tidak mau dituding membawa BIN menjadi alat kekuasaan dalam menghadapi perhelatan politik 2014 mendatang untuk menggolkan calon SBY. Maka,  Marciano harus menjadikan BIN sebagai  lembaga yang bertugas demi kepetingan negara dan bangsa.0 son