Jumat, 28 Oktober 2011

Guru Ngaji Tewas Ditembak Polisi

Ist.
Beritabatavia.com - Warga Sepande Candi Sidoarjo Jawa Timur digemparkan dengan aksi penembakan yang dilakukan polisi Sidoarjo dan mengakibatkan Riyadhus Sholikin,seorang guru ngaji dan penjual tempe itu tewas.

Menurut keterangan, Korban yang juga bekerja sebagai sopir antar jemput buruh pabrik PT Ecco Indonesia ini ditembak usai mengantarkan jemputannya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Korban ditembak di bagian jidat saat berada di RT 11 RW Sepande.

Dari keterangan yang dikumpulkan wartawan, kejadian itu bermula ketika korban yang menaiki mobil Suzuki Realvan melintas di depan Ponti Jalan Lingkar Barat Sidoarjo. Di depan Ponti atau sebelah barat Gelora Delta Sidoarjo itu, mobil korban ‘nyerempet’ dengan mobil yang diduga milik anggota polisi.

Karena tidak berhenti setelah terjadi serempetan, Lawan serempetan korban langsung mengejar dan sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Pengejar juga sempat menembak ban mobil korban yang kemudian berhasil dihentikan di utara pohon ringin Sepande. ”Di situ korban dihadang dan ditembak saat berada di dalam mobil. Setelah itu, korban diseret keluar dan diangkut dengan mobil polisi jenis Xenia” ujar sumber di TKP, Jumat (28/10).

Saat ini, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diotopsi. Dalam kasus ini, banyak anggota polisi, baik dari Polres Sidoarjo dan Polda Jatim, turun ke lapangan untuk melakukan investigasi.

Korban yang diduga jadi korban penembakan anggota polisi di depan Mutiara Spa Sepande RT 11 RW 3 Candi, dikenal para tetangganya sebagai orang sederhana dan tak pernah neko-neko.

Selain bekerja dalam antar jemput karyawan PT Ecco Indonesia, suami Maisyaroh yang tinggal di RT 1 RW 1 Sepande Kauman, Candi itu juga guru ngaji di desanya. ”Setiap paginya, korban juga jualan tempe keliling,” ucap Zainul tetangga korban.

Tim Propam Polda Jatim juga turun ke Tempat kejadian Perkara (TKP) .PJS Kabid Humas Polda Jatim AKBP Elijas Hendrajana menyatakan, pihak Propam sampai saat ini masih melakukan penyelidikan atas dugaan salah tembak yang dilakukan oknum polisi dari Polres Sidoarjo.

“Kita belum menerima laporannya, sebab propam masih turun ke TKP dan belum melaporkannya ke kita,” ujar Elijas, seperti dilansir poskota.co.id

Sayangnya kala itu Solikhin kabur dan dikejar beberapa anggota polisi. Polisi saat itu curiga kalau Solikhin adalah pelaku kejahatan, sehingga polisi pun menembak ke arah kaca depan dan tembus mengenai kepala. Seketika itu Solikhin meninggal dunia.

“Saat anggota itu melaksanakan patroli pencegahan tindak kriminal, Briptu Widiyanto ditabrak oleh pengendara mobil carry nopol W 1499 NW atas nama Riyadhus Sholihin di depan GOR Delta Sidoarjo, pada 02.30 WIB Jumat dini hari. Sehingga anggota tersebut mengalami gegar otak dan pingsan lalu dibawa RS Delta Sidoarjo,” ujar Elijas.

“Kemudian anggota lainnya mengejar dan akhirnya anggota memberikan tembakan peringatan, tapi tidak dihiraukan. Lalu di Jalan Sepande Candi mobil pelaku menabrak pagar rumah masyarakat sekitar,” tuturnya.

Mantan Wakapolres Lumajang ini menambahkan, ketika Briptu Eko yang melakukan pengejaran berusaha mendekatinya, Sholihin malah mengeluarkan sebilah celurit dan melukai jari kelingking tangan kanan Briptu Eko.

“Karena merasa terancam, Briptu Eko menembakan untuk melumpuhkan dan mengenai lengan sebelah kanan, baru yang bersangkutan berhenti,” ujarnya. o ep