Selasa, 01 November 2011
Puluhan Gubuk Liar Kalianyar Ditertibkan
Beritabatavia.com - Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polisi, PU Tata Air, menertibkan puluhan gubuk liar di sepanjang Jalan Kalianyar Raya dan Kalianyar III, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (1/11).
Wakil Camat Tambora, Ali Maulana mengatakan penertiban dilakukan dalam rangka normalisasi saluran mengingat dampak dari keberadaan bangunan liar dan inrit yang menutup saluran membuat petugas maupun warga sulit untuk membersihkannya.
"Makanya akibat saluran ditutup hingga tak pernah dibersihkan selama belasan tahun membuat saluran dipenuhi lumpur dan sampah. Jadinya hujan sebentar saja karena sudah dangkal dan mampet oleh sampah membuat air tidak lagi mengalir ke Kali Angke tapi langsung meluap ke jalan," ungkap Ali.
Adapun jalannya penertiban yang mengerahkan sebanyak 50 personil yang berlangsung dari pukul 09-15.00 WIB untuk Jalan Kalianyar Raya di RT 08 dan RW 013 /08, petugas menertiban sebanyak empat warung dan 19 inrit.
Kemudian di RT 06 dan 07/04, tiga warung dan lima inrit. Sedangkan untuk Jalan Kalianyar III RT 01-05/01 berhasil ditertibkan sebanyak delapan bangunan liar gabungan warung dan gubuk serta 17 inrit.
"Sebelum penertiban kami lakukan terlebih dahulu kami sudah melayangkan surat peringatan terhitung sejak sebulan yang lalu sebanyak tiga kali berturut-turut kepada pemilik warung, gubuk dan inrit," lanjut Ali.
Ali melanjutkan, karena tidak digubris makanya kami ambil tindakan tegas dengan membongkarnya. Kiranya dengan bebasnya saluran dari bangunan liar dan inrit kedua jalan tersebut yang selama ini rawan genangan hingga ketinggian 30 sentimeter tidak lagi terjadi.
Sementara itu, Waluyo (45) warga Kalianyar III RT 01/01 pemilik warung nasi yang ditertibkan menuturkan bahwa ia hanya bisa pasrah.
"Memang saya sudah mengetahui kalau akan ada penertiban. Tapi karena saya saya hanya mencari nafkah dari berjualan nasi maka saya acuh saja ternyata petugas benar-benar serius untuk membongkarnya," kata Waluyo. O brn