Jumat, 11 November 2011
Pungli Urus Akta di Jakarta Timur Menjamur
Beritabatavia.com - Pengurusan akta kelahiran secara gratis di Sudin Dukcapil Kantor Walikota Jakarta Timur,
diwarnai pungutan liar (pungli), yang kian menjamur. Sejumlah warga yang mengurus
mengeluhkan karena selain harus antre lama, oknum petugas secara terang-terangan minta duit agar urusan bisa lancar.
"Saya ngurus akta kelahiran yang salah ketik, eh diminta uang ketik Rp20 ribu. Memang sih
mereka nggak menentukan jumlah, tapi mintanya secara terang-terangan," kata Mubarak, yang mengaku mengurus akta kelahiran saudaranya, kemarin.
Temannya Adnan, warga Cijantung, Pasar Rebo, malah dipungli Rp200 ribu. Bahkan, Ibu Sumiati dari Pondok Kopi, Duren Sawit, juga mengeluhkan tidak manusiawinya pelayanan petugas Sudin Dukcapil yang berkantor di lantai 14, gedung baru kantor Walikota Jakarta Timur ini. Ruangan sempit dan sikap petugas terkesan arogan.
Buktinya, sambil menggendong balita dan memegang anaknya yang satu lagi usia TK, Sumiati dengan susah payah terpaksa berdiri antre sambil mengisi formulir akta kelahiran anaknya yang sudah terkena denda keterlambatan dan harus membayar Rp75 ribu.
Hingga saat ini sudah menyelesaikan lebih dari 20 ribu akte kelahiran warga. Rinciannya, di
antaranya 3000 akta kelahiran pasca aturan baru yang tidak mesti menggunakan penetapan pengadilan. o eee