Senin, 14 November 2011
Strategi bisnis Adji 'Dwi Sapta'
Beritabatavia.com - Selama 30 tahun, Dwi Sapta Group - sukses meniti karier dan pengembangan strategis bisnis
yang bergerak di bidang pemasaran dan komunikasi. Kesuksesan itu dituangkan dalam sebuah buku bertajuk 'IMC That Sells'.
IMC atau Integrated Marketing Communication merupakan konsep pemasaran yang mutlak
diterapkan di kancah bisnis Indonesia. Sehingga perusahaan dapat memiliki kualitas lebih
serta mampu menaikkan tingkat perusahaan menjadi yang teratas.
"IMC ini lahir dan tercipta murni daroi ciri khas Indonesia dan belum ada konsep dari
negara lain," ungkap Aloysius. Adji Watono, Presiden Direktur Dwi Sapta Group di Jakarta,
kemarin.
Adji Watono bersama anaknya Maya C. Watono, Direktur Dwi Sapta Group yang menulis buku IMC That Sells melanjutkan IMC That Sells ini juga membahas strategi pengembangan bisnis yang dilakoni Dwi Sapta ke dalam tiga butir aspek bahasan.
Aspek pertama, membahas filosofi dasar pengelolaan organisasi bisnis yang dikupas dalam The Philosophy. Kedua, The Principles dimana perusahaan ini berani mengembangkan diri dari perusahaan iklan menuju layanan komunkasi pemasaran dengan poal one stop service.
Aspek ketiga yang dikupas buku ini menyangkut The Practise, membagi strategi praktik
membangun bisnis dengan melengkapi berbagai studi kasus yang telah dijalankan.
Memang membangun sebuah komunikasi bisnis itu didasari pada kesabaran, kebesaran hati,
kerelaan, dan komitmen serta konsistensi. Tujuannya agar kualitas layanan tetap terjaga,
ungkap lelaki kelahiran Kudus, Jawa Tengah pada 17 Mei 1950.
Buku ini, merupakan hasil karya ketiga, setelah buku terdahulu diluncurkan tahun 2006 dan tahun 2008. Pada 2006, Adji Watono yang mengawali karir bisnis dari seorang fotografer ini
meluncurkan buku berjudul Advertising That Sells.
Dua tahun kemudian, kembali membagi pengalamannya melalui Advertising That Makes Money. “Buku ketiga ini sebagai paripurna, karena semua pemikiran dirangkum dalam sebuah konsep sistematis ke dalam buku ketiga ini,†papar alumnus Jurusan Fotografi Adolf Lazi School, Stutgart, Jerman ini.
Kehadiran buku ketiga ini, diharapkan mampu mendulang sukses seperti dua buku sebelumnya. Buku pertama terjual 15.000 eksempler, buku kedua 10.000 eksemplar.
“Buku ketiga diharapkan lebih besar lagi, karena isi dan muatan buku jauh lebih lengkap dan
sempurna. Selain itu juga disesuaikan dengan dinamika terkini,†kata Adji yang meniti awal
karier sebagai fotografer dan membuka studio foto di Rawamangun Jakarta Timur.
Saat ini Dwi Sapta sudah memiliki sembilan anak usaha yang bergerak di bidang pemasaran dan komunikasi, termasuk mengembangkan strategi pemasaran dengan menembus jejaring sosial. o endi