Selasa, 06 Desember 2011
Hilangkan Budaya Polisi yang Minta Dilayani
Beritabatavia.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr Untung S Rajab meminta seluruh anggotanya untuk menghilangkan budaya ingin dilayani. Polisi harus berkaca diri, sebagai insan Bhayangkara harus mengedepankan pelayanan, pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat.
“Menjadi pelayan masyarakat memang sulit, namun kita harus berubah. Dan perubahan itu tidak bisa dalam tempo yang singkat tapi harus dicoba mulai dini untuk merubahnya,†pinta Kapolda Untung dalam sambutannya saat meresmikan Gerai perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) di Mall Blok M Square Jakarta Selatan, Selasa (6/12).
Kapolda melanjutkan jajaran Polda Metro Jaya harus menjadi pelopor dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada warga masyarakat sebaik-baiknya, juga sebanyak-banyaknya. Layanan itu dengan memanfaatkan serta mengopetimalkan fungsi Bimas dan Kapolsek untuk datang ke masyarakat.
Juga unit Lantas dengan memberikan pendekatan layanan dan tidak menyusahkan dalam kepengurusan SIM maupun STNK. "Unit reserse hendaknya memanggil segera saksi dalam sebuah perkara, dan tidak menunggu lama-lama agar ada kepastian hukum,†tegasnya serius.
Kapolda Untung juga mengakui sejak Januari hingga Oktober 2011, korban tewas di jalan raya wilayah Jakarta mencapai 844 orang. Angka ini sangat tinggi, karena itu Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya harus mengedepankan keselamatan bagi pengendara.
Bahkan, semua pihak harus sadar diri. Mengingat, sebagai pelayan Polantas harus lebih bisa mencegah timbulnya korban jiwa di jalan raya. "Jadi bagaimana cara jumlah tewas di Jalan raya itu bisa ditekan lagi ke depannya. Kayaknya nyawa manusia nggak ada harganya. Polantas biar tidak jelek dengan melakukan kerjasama kepada masyarakat," sarannya.
Mantan Kapolda Jawa Timur menilai buruknya perilaku tidak tertib sebagian besar masyarakat dalam berlalu lintas, membuat carut-marutnya persoalan lalu lintas di Jakarta.
"Saya heran jika warga Indonesia berada di Singapura ternyata budaya tertib dan saling menghormati sesama manusia cukup tinggi. Namun saat kembali ke Indonesia, sudah nggak tertib lagi. Ada apa ini," tanyanya. o endy