Kamis, 08 Desember 2011

Kampung Ambon Jakarta Digerebek

Ist.
Beritabatavia.com - Kampung Ambon, yang dikenal sebagai pusat penjualan narkoba terbesar di Jakarta, Kamis
(8/12) digerebek Tim Gabungan dari Mabes Polri, TNI, Polda Metro Jaya dan Polres Metro
Jakarta Barat dan Pemkot Jakarta Barat. Hasilnya, 1.000 bong atau alat isap, 4 pucuk
senjata api dan senjata tajam berbagai jenis 15 buah, disita.

Selain itu, menyita 6.531 butir ekstasi, shabu 4 gram, heroin 50 gram, ganja 4 kilogran,
happy five 600 butir, dan uang tunai hasil transaksi sebesar Rp 218 juta. "Kami menangkap
53 tersangka," ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab, usai mengunjungi
Kampung Ambon di Jakarta, Kamis (8/12).

Mereka yang ditangkap, sambung mantan Kapolda Jatim, adalah pengedar dan pemakai. Kini mereka diperiksa secara intensif di Direktir Reserse Narkoba Mapolda Metro Jaya.

Di Kampung Ambon yang terletak di Perumahan Permata Cengkareng, Jakarta Barat, terdapat sekitar 38 lapak, yang siap memberikan layanan kepada para pemakai narkoba untuk tempat mengisap atau tempat memakai barang terlarang itu,

Selain itu, di Kampung Ambon menjual berbagai jenis narkoba. Ada Esktasi, Shabu, Heroin,
Happy Five, ganja mulai kualitas unggul hingga palsu.

Pembelinya tidak hanya warga Jakarta dan sekitarnya, namun sudah hampir merata penjuru
nusantara yang mampir ke Jakarta.  "Seperti resto makanan lah, namun ini tempat layanan
kepada para pemakai shabu. Dan para pengedar memberikan tarif atau harga," ungkapnya sambil enggan menjelaskan harga narkoba itu.

Diakuinya, saat penggerebakan sempat ada perlawanan dan terpaksa ada yang dilumpuhkan, "Tapi hanya dipukul saja," tambahnya.

Ditanya keberadaan Kampung Ambon sudah lama tapi tidak pernah digerebek? "Ya sangat
tergantung dari warga sekitar. Mau aman atau tidak," sarannya.

Disinggung apa ada dugaan keterlibatan oknum polisi yang menjadi beking? "Jika terbukti, ya kita tindak tegas. Kan, selama ini kita tindak tegas petugas kami yang terlibat  kejahatan narkoba ini, kalau terbukti kita pecat," jawabnya serius.

Bagaimana status yang ditangkap? "Tunggu hasil penyidikan. Kita akan lakukan tes urine
kepada semuanya," sambungnya.

Dihimbau agar masyarakat dapat bekerja sama mengungkap atau memberi informasi tentang adanya peredaran narkoba di wilayahnya. Sehingga narkoba dapat dihilangkan. "Kita mendorong TNI, Polri, wali kota mari kita bersama-sama melawan narkoba," tambahnya. o ep