Jumat, 09 Desember 2011
Rumah Anas Urbaningrum Didemo Anti Korupsi
Beritabatavia.com - Rumah kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Jalan Teluk Semangka Duren Sawit, Kompleks perumahan Angkatan Laut, Jakarta Timur, Jumat (9/12), disantroni puluhan pengunjuk rasa, yang tergabung dalam Laskar Anti Korupsi.
Kehadiran pendemo selain memperingati Hari Antikorupsi, juga menuding Anas sebagai salah satu biang korupsi yang melanda negeri ini. Juga menyampaikan pesan bahwa korupsi di Indonesia sudah merajalela. "Anas Urbaningrum adalah simbol korupsi Indonesia," komentar Ketua Umum Laskar anti Korupsi, Habib Muchsin Ahmad Al-Atas.
Sekitar 60 demonstran tiba di rumah Anas. Massa yang mengenakan baju putih bertuliskan Laskar Anti-Korupsi, dengan membawa spanduk bertuliskan 'Tangkap Koruptor. Tangkap Maling Uang Rakyat'. Saat mau mendekati rumah Anas, polisi menghadangnya dengan menggunakan perisai dan pakaian anti huru-hara. Akhirnya, massa berdemo sekitar 30 meter dari depan rumah Anas.
"Kami lakukan orasi untuk memperlihatkan bahwa rakyat sudah nggak senang dengan korupsi yang sudah sangat bengis dan justru dilakukan Partai Demokrat, yang katanya mau perangi korupsi. Selain itu juga memprotes kemiskinan yang sudah akut," kata salah satu koordinator massa dari Gonas, Yayan Ramlan.
Para petugas dengan perwakilan pengunjuk rasa sempat berunding sekitar lima menit. Pada saat perundingan tersebut terjadi beberapa massa tandingan dari kubu Anas serta beberapa preman berpakaian sipil mencoba melakukan provokasi pada massa yang hendak melakukan demonstrasi.
Beruntung, kericuhan tidak sempat terjadi karena beberapa orang yang hendak memprovokasi sempat diamankan petugas. "Kami ingin melakukan demonstrasi yang damai maka antarlah kami ke rumah Anas," bujuk Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Habib Muchsin Al Atas.
Namun, permintaan tersebut ditolak Saidal. "Kalau terjadi sesuatu, kami juga yang kena getahnya. Bukannya kami menolak aksi unjuk rasa dari para pendemo," katanya.
Dia menyarankan para pendemo untuk menyampaikan aspirasi di Jalan Teluk Langsa yang berjarak hanya 40 meter dari rumah Anas. Para pendemo mengaku menggelar aksi untuk memperingati hari anti korupsi sedunia.
"Anas adalah simbol koruptor. Kita tidak akan merusak dan mensegel. Kenapa masyarakat lebih nyaman Anas disini? Padahal karena dia jutaan rakyat melarat akibat korupsi" sambung Muchsin.
Korupsi, lanjut dia, merusak rakyat. Korupsi di Indonesia sudah stadium 4, itu dilakukakan berjamaah.
Orator lainnya menuntut agar Anas ditetapkan sebagai tersangka berbagai kasus korupsi yang belum dituntaskan. Ia juga mempertanyakan asal kekayaan Anas. "Dari mana asal harta kekayaan Anas yang mampu membeli rumah megah?" tanya salah satu orator, Hasbi.
Ia juga ingin mengetahui ada berapa rumah milik Anas di wilayah tersebut dan berapa jumlah gaji Anas. Beberapa orang tidak dikenal yang menggunakan pakaian preman meminta para demonstran untuk membubarkan diri. "Bubar semuanya! Siapa yang kau bilang korupsi? Tutup mulut kau!," teriak salah seorang yang berpakaian preman.
Puluhan pengunjuk rasa terdiri sejumlah organisasi massa, yakni Gerakan Oposisi Nasional (Gonas), Rakyat Bergerak, Dapur Da'i Nusantara, Front Pembela Islam (FPI), serta Laskar Anti Korupsi. o end