Beritabatavia.com -
Sejumlah sopir truk bermuatan pasir, tanah dan batu mengeluhkan pungli yang dilakukan sejumlah kelompok oknum tertentu. Aksi pungli marak mulai Jembatan Leuwiranji, Kecamatan Rumpin hingga perempatan Perempung, Kecamatan Gunung Sindur.
Sejak digencarkannya pembasmian pungli di perbatasan Rumpin-Gunung Sindur, pelaku pungli kini mengalihkan aksinya dengan menghadang truk di sekitar Jembatan Leuwiranji sampai perempatan Perempung, ujar Triana, sopir truk pasir, Rabu. Pelaku menolak diberi uang Rp 5.000 seperti biasanya, tapi minta Rp 15 ribu sekali jalan.
Jika tak dikasih mereka marah. Bahkan ada kaca mobil dipecahkan lantaran menolak memberikan uang Rp 15 ribu, timpal sopir truk lainnya seperti dikutip poskota.co.id, Kamis (29/12).
Aksi pelaku pungli ini mengatasnamakan berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan. Mereka meminta uang dengan alasan biaya keamanan atau perbaikan jalan akibat rusak dilindasi truk bertonasi besar.
Kami mau memberi retribusi asal penggunananya jelas dan diketahui pemerinth daerah, katanya. Saat ini, pungutan di Jalan Rumpin sudah berkurang dan relatif kondusif. Kami berharap di Gunung Sindur juga bisa seperti di Rumpin, katanya seraya mendesak aparat kepolisian dan Pemkab Bogor segera memberantas aksi pungli ini.
Permintaan ini disikapi Kapolsek Gunung Sindur Kompol Oeding Soepandi yang berjanji akan menindaklanjti pengaduan ini. Secara resmi belum ada pengedauan sopir ke kami. Tapi informasi ini akan kami tindaklanjuti, katanya. Dia mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan tokoh pemuda, tokoh agama, dan masyarakat menindaklanjuti laporan ini untuk membersihkan pungli ini.
Camat Gunung Sindur Renaldi Yushab juga berjanji akan berkoordinasi dengan DLLAJ Kabupaten Bogor dan Polres Bogor menyikapi pungli liar ini. Pasti kita koordinasikan, sebab jika didiamkan akan menjadi masalah besar," katanya. o ep