Beritabatavia.com -
Warga Tanah Merah Kelurahan Rawa Badak, Tugu Selatan, dan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara melakukan aksi protes di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat menyusul aksi pemukulan yang dilakukan Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) terhadap anak-anak, kemarin.
Peristiwa pemukulan terjadi pada hari Rabu (18/1) malam sekira pukul 19.30 Wib. Saat itu warga yang melakukan aksi di Kementerian Dalam Negeri membuat tenda. Aksi itu dilakukan dengan harapan mendapatkan kartu KTP.
Saat warga Tanah Merah sedang melakukan berdzikir dan berdo'a, tiba-tiba puluhan Satpol PP dan Kepolisian berjaga-jaga disekitar tenda yang ditempatkan oleh ribuan warga kawasan tanah merah.
Sekita pukul 19.30 Wib kami dengan harapan mendapatkan kartu KTP, mungkin entah kenapa kami didatangi oleh satpol sekitar seribu personil mendatangi kita dan ingin merubuhkan tenda kita yang sudah kita dirikan, ucap salah satu saksi yang melihat langsung kejadian tersebut, Muktar (32) seperti dikutip okezone, dikantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat, Kamis (19/1)
kata Muktar, saat kejadian ada sekitar 60 warga yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu sedang berada di dalam tenda. Ada sekitar 60 warga yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak yang berada didalam tenda dan kita dikelilingi oleh personil satpol pp dan kepolisian, lalu mereka langsung merubuhkan tenda kita dan sebagian warga ketutupan tenda, tambahnya
Muktar menambahkan, saat perubuhan tenda terjadi para kaum lelaki tidak berani melawan aparat dan banyak anak-anak kecil menjadi luka. Mereka hanya bisa melindungi kaum ibu dan anak-anak.
Saat perubuhan kita para kaum lelaki tidak berani melawan, kita hanya bisa melindungi keluarga kita masing-masing. saat itu ada yang terkena pukulan oleh satpol pp, anak-anak ada yang benjol, luka dan ada yang di injek, tambahnya
Dalam peristiwa tersebut, ada dua anak bocah berumur lima tahun yang mengalami luka memar di kepala. Yang satu namanya Salsa dan yang satu lagi saya lupa namanya, yang saya takutkan adalah trauma yang berkepanjangan dan psikologi anak tersebut, ujarnya
Selain anak-anak, kata Muktar, ada juga pria dewasa yang terluka saat kejadian tersebut. seperti Arianja (35) dan Pasaribu (35). Sempat mereka ditangkap, tapi langsung dilepaskan. Mereka menderita luka gores dibagian kepala, lengan dan kaki, tutupnya. o eee