Beritabatavia.com -
Ratusan warga Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, sangat antusias mengikuti lomba membuat kue Uli, salah satu jenis kuliner khas Betawi. Lomba diikuti oleh 21 warga dari tujuh RW yang ada di Kelurahan Cipeteselatan, yakni RW 05, 07, 04, 02, 06, 03 dan RW 01. Lomba tersebut, merupakan bagian dari acara Cipete Vaganza, yang digelar dalam rangka menyambut HUT DKI Jakarta ke-483. Rencananya, Cipete Vaganza digelar selama dua hari yakni mulai Sabtu (5/6) hingga Minggu (6/6) besok.
Agar lomba ini terlihat lebih menarik, pihak panitia menetapkan pembuatan kue Uli ini dilakukan secara tradisional, yakni menumbuk dengan Pane dan Alu khas Betawi. Pada zaman modern seperti ini, alat-alat tersebut memang sudah sangat sulit dijumpai. Hal tersebut juga diakui oleh beberapa peserta yang mengaku kesulitan mencari peralatan tradisional itu, sebagai syarat mengikuti perlombaan.
Siti Julaeha (46), warga RT 01 RW 04, Cipeteselatan, Cilandak, mengatakan, pihak panitia tidak menyediakan alat-alat yang digunakan untuk perlombaan. Sehingga peserta sedikit kesulitan karena harus mencarinya sendiri. Bahkan Siti, harus meminjam Pane kepada keluarganya yang berada di Sawangan, Depok. Pane yang paling susah dicari. Kalau alunya sih masih banyak yang punya, karena kalau lebaran masih suka bikin Uli juga, ungkap Siti disela-sela menumbuk Uli.
Dalam perlombaan tersebut, para penumbuk Uli diharuskan menggunakan pakaian Encim. Sebab kostum yang digunakan oleh peserta juga merupakan salah satu yang akan dinilai oleh pihak panitia, selain rasa, kerapian, bentuk dan kebersihan Uli.
Siti mengaku sangat antusias dengan kegiatan yang menonjolkan kebudayaan Betawi seperti ini. Selain bisa berpartisipasi melestarikan budaya juga menjadi kebanggan tersendiri. Kegiatan yang mengangkat budaya seperti ini perlu dilakukan terus menerus. Agar kebudayaan kita tidak punah, katanya.
Hal senada juga diungkapkan, Naimah (38) warga RT 04 RW 04, yang mengaku saat ini banyak generasi muda yang kurang mengetahui budaya Betawi, baik kesenian maupun kulinernya. Sehingga acara seperti ini, patut diselenggarakan. Selain melestarikan budaya juga mengenalkannya kepada generasi muda. Banyak anak-anak muda yang nggak tahu apa saja kesenian dan kuliner Betawi, tandasnya. O brn