Beritabatavia.com -
Copet di angkutan umum (angkot), kian beragam dalam menjalankan aksinya. Kini mengaku tukang pijat keliling, bermuka ramah, randah hati, menebar senyum, dan berpura-pura memijat penumpang. Ternyata itu hanya modus, untuk mengeruk harta korbannya.
Seperti yang dialami Reisha Debora (22), mahasiswi di kampus kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang naik angkot menuju kampus. Di dalam angkot S15A jurusan Ragunan-Taman Mini melintas di depan Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, yang sudah ada beberapa lelaki dan perempuan.
Semula Debora tak menaeuh curiga. Seorang penumpang agak tua, membagi-bagikan brosur jasa pijat. Terus dia demo dipenumpang angkot. Padahal saya sudah nolak, tapi dia mijit-mijit tangan saya, ujar Debora saat lapor ke Polsek Metro Pasar Rebo, Senin (12/3).
Pria itu, lanjut korban memiliki ciri-ciri berkulit sawo matang dan berpakaian rapi, kemeja bergaris pink. Orangnya sih rapi, kayaknya pelakunya lebih dari satu orang deh, katanya.
Pada saat kejadian, di dalam angkutan umum tersebut, diketahui penuh dengan penumpang dan hanya tersisa dua tempat duduk di belakang pengemudi. Aksi demo pijit tersebut juga sempat diprotes oleh penumpang lainnya, namun hal tersebut tak digubris oleh pelaku dan terus berusaha melakukan aksi pijitnya.
Pria yang diduga pencopet tersebut pun turun setelah angkot melewati Pasar Induk. Reisha yang baru tersadar bahwa ponselnya berpindah tangan langsung menghentikan laju angkot dan berusaha mengejar pria tersebut. Sudah saya cari, dianya sudah hilang perginya nggak tahu kemana, katanya.
Beruntung, pencopet tidak mengambil dompet yang ditaruhnya dalam kantung yang sama dengan Blackberry seharga Rp 2,5 juta tersebut. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsektro Pasar Rebo untuk ditindaklanjuti.
Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang itu mengambil Blackberry milik Reisha saat berada di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur. o end