Beritabatavia.com -
Nasib malang menimpa Mulyati (35). Wanita yang sehari-hari sebagai pekerja seks komersil (PSK), yang biasa mangkal di lokalisasi 'Lubang Buaya', Setu, Kabupaten Bekasi, ditemukan tewas mengenaskan.
PSK asal Kerawang ini ditemukan tewas di semak-semak dekat pematang sawah di Kampung Pabuaran RT1/2, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (3/4), dengan kondisi leher mayat perempuan itu terikat tali tas warna merah putih.
Di leher wanita iyu, ada bekas jeratan. Saat ditemukan, jasad tersebut masih mengenakan jaket hitam dan kemeja bercorak merah hitam, celana jeans biru, dan memakai anting silver.
Hasil penyelidikan, ternyata pelakunya adalah SDM (30), yang merupakan pelanggan tetap Mulyati. Antara tersangka SDM dan korban Mulyati sudah saling kenal. Pembunuhan itu terjadi karena tersangka kesal terhadap korbannya. Tersangka mengaku kesal karena dimintai uang oleh korban untuk pulang kampung ke Karawang, kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Taufik Hidayat
Dijelaskan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, malam itu, Mulyati menyerahkan sepeda motor Yamaha Mio miliknya kepada SDM untuk digadaikan. Namun karena didesak terus, SDM jengkel dan menjerat korban hingga meninggal.
Warga Setu, Kabupaten Bekasi itu ditangkap di wilayah Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/4) sekitar pukul 19.00, saat mendatangi hajatan pernikahan di rumah salah satu kerabatnya.
Tersangka sempat berusaha kabur, terpaksa kami lumpuhkan, ungkap Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Taufik Hidayat, Jumat (6/4).
Lelaki yang sehari-hari bekerja serabutan itu pun roboh setelah tembakan polisi mengenai kaki kirinya. Tersangka SDM kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara karena penyidik Polresta Bekasi Kota menjeratnya dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. o ep