Beritabatavia.com - Berita tentang Setahun 60 Orang Tewas Akibat Balap Liar
Akibat kelambanan polisi melakukan penindakan terhadap aksi balap ...
edisonMetro | dibaca 2467 x
Ist.
Beritabatavia.com - Akibat kelambanan polisi melakukan penindakan terhadap aksi balap liar yang kerap digelar anggota geng motor, akhirnya memicu konflik sosial. Bahkan, praktik balap liar oleh para anggota geng motor telah menuai dendam dan saling balas, sehingga tindakan main hakim sendiri tidak terhindarkan.`
Seperti peristiwa yang terjadi pada Jumat (13/4) dini hari, sekitar dua ratusan anggota geng motor mengamuk dengan menggunakan berbagai jenis senjata tajam, hingga menelan korban jiwa dan melukai sejumlah warga.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane mengatakan, praktik balap liar oleh geng motor, sudah sampai pada tahap menghawatrikan. Jika situasi ini tdk segera dikendalikan tentu akan memicu konflik yang lebih besar di masyarakat.
Menurut Neta, berdasarkan data yang di himpun Indonesia Police Watch tiap tahun terhitung sejak 2009 tercatat rata-rata 60 orang menjadi korban jiwa, mereka ada yang tewas akibat kecelakaan,kemudian korban pengeroyokan dan lain-lain.
Dijelaskan, pada 2009 tercatat sebanyak 68 orang di arena balapan liar, baik akibat kecelakaan maupun pengroyokan. Sedangkan korban jiwa sepanjang 2010 tercatat sebanyak 62 orang, dan pada 2011 sebanyak 65 orang.
Menurut Neta, akibat pembiaran oleh kepolisian, lokasi untuk menggelar balap liar juga terus bertambah. IPW mencatat, pada 2009 ada sekitar 20 lokasi di Jakarta yang kerap dijadikan ajang balap liar. Saat ini 2012 jumlah lokasi balap liar bertambah menjadi 80 lokasi, dan terbanyak di wilayah Tangerang sebanyak 21 lokasi.
Selain itu IPW juga melihat ada tiga prilaku para anggota geng motor yang terus berkembang, yakni menggelar balapan liar, perjudian (taruhan) dan tauran (pengeroyokan), seperti yang dialami seorang anggota TNI AL di Kemayoran.
Lebih rinci Neta menjelaskan, aksi balap liar sangat mengancam keselamatan jiwa baik itu pelaku balap liar maupun masyarakat pengguna lalulintas lainnya. Apalagi di lima lokasi yang dianggap menantang, seperti di wilayah Warung Buncit yang medannya memiliki tikungan tajam, turunan, dan tanjakan. Kemudian, di Rawapanjang Bekasi jalur lurus yang penuh truk dan kontainer, lalu Kemayoran jalur panjang dan rata, Klender jalur sempit dan gelap, Asia Afrika jalur pendek dan ada tikungan tajam di bundaran, Pondok Indah jalur bergengsi.
Menurut Neta, di lokasi-lokasi ini bursa taruhannya cukup mengejutkan, yakni Rp 1juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan di pinggiran Jakarta antara Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Jika memakai joki, pasar taruhan bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 25 juta. Sejumlah petaruh patungan dan joki mendapat 10 sampai 25 persen, jika menang. Tragisnya, anggota geng motor di arena balapan liar ini masih tergolong usia-usia muda antara 14 hingga 22 tahun.
IPW berharap Polda Metro mengedepankan Polsek dan Polres untuk mmberantas geng motor dan balapan liar ini. Jika tidak konflik sosial akibat dendam atas prilaku geng motor ini akan terus berkecamuk di Jakarta.0 son