Beritabatavia.com -
Akumulasi kekesalan penumpang kereta atas keterlambatan jadwal kedatangan dan keberangkatan KRL Commuter Jabodetabek menjadi penyebab mengamuknya puluhan penumpang di Stasiun Depok pada Jumat (20/4) pukul 22.30 malam.
Mungkin itu reaksi kesal mereka karena belakangan KRL memang sering mengalami keterlambatan karena berbagai hal, misalnya kerusakan sinyal masuk stasiun, ujar salah seorang pedagang buah di Stasiun Depok.
Awal kejadiannya adalah adanya gangguan pada pantograf KRL ekonomi di Stasiun Pancasila dan UI, beberapa waktu sebelumnya. Namun penumpang yang hendak menuju Jakarta di peron 2 terlanjur kesal karena menunggu lama di Stasiun Depok. Mereka menjadi tidak sabar dan spontan melempar batu ke penjuru stasiun.
Kejadian itu sempat membuat panik puluhan petugas keamanan kereta. Lemparan batu penumpang yang marah membuat petugas mengungsikan sejumlah penumpang yang baru turun dan tiba distasiun Depok, terutama kaum wanita.
Satu gerbong kereta Commuter dipecahkan kacanya, sementara pintu keluar stasiun sempat rusak. Kami menutup pintu untuk mencegah loket dipecahkan kacanya, ujar Amir, salah seorang Polsuska dari PT Sentinel, rekanan PT KAI.
Amir mengaku panik, karena takut penumpang KRL ekonomi ikut-ikutan untuk bertindak anarkis. Namun petugas mengaku membujuk penumpang ekonomi untuk tidak ikut rusuh.
Akibat kejadian ini, lalu lintas KRL dari arah Pasar Minggu ke Depok maupun dari Bogor ke Depok harus mengantri hingga tengah malam. O brn