Jumat, 11 Mei 2012 00:34:02

Paduan Teater, Seni Topeng dan Opera

Paduan Teater, Seni Topeng dan Opera

Beritabatavia.com - Berita tentang Paduan Teater, Seni Topeng dan Opera

Kayungyun The Topeng Opera yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (11/5) merupakan sebuah karya seni yang merupakan campuran dari seni ...

Paduan Teater, Seni Topeng dan Opera Ist.
Beritabatavia.com - Kayungyun The Topeng Opera yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (11/5) merupakan sebuah karya seni yang merupakan campuran dari seni teater, topeng dan opera khas Jawa. Inti ceritanya adalah drama klasik dari kerajaan Jenggala, tentang cinta segitiga antara Panji Inu Kertapati, Dewi Sekartaji dan Raja Klana Sewandana.

Panji Inu Kertapati, pangeran Kerajaan Jenggala terikat perjodohan politis dengan Dewi Sekartaji dari Kerajaan Kediri.  Tujuannya adalah menyatukan dua kerajaan itu yang terpecah karena perang saudara sejak Jaman Airlangga turun tahta. Namun Inu Kertapati sudah tertambat hatinya pada wanita lain. Dewi Sekartaji yang mengetahui hal itu merasa tersinggung, akhirnya memilih hengkang dari Kediri dan menyamar sebagai laki-laki kstaria sakti bernama Panji Semirang. Bahkan Sekartaji bertekad menaklukan kerajaan lain.

Akhirnya, Inu Kertapati dan Panji Semirang alias Sekartaji bertemu dalam peperangan melawan Klana, yang juga bermaksud menyerang Kediri untuk merebut Sekartaji sebagai permaisurinya.
Dalam pertempuran terakhir, menentukan siapa yang paling unggul diantara mereka bertiga, Inu merasa ada yang lain pada diri Panji Semirang. Ia merasa jatuh cinta pada Semirang alias Sekartaji. Uniknya, Sekartaji juga merasa hal yang sama.

Namun bukan hanya itu yang diangkat oleh sutradara Matheus Wasi Bantolo. Dosen jurusan tari Institut Seni Indonesia Solo ini memadukannya dengan seni topeng Dalang Klaten yang nyaris punah. Lagipula, menurut manuskrip, pada abad 11 di kerajaan Jenggala memang ada seni topeng yang disebut tapel. Sehingga penari di pentas teater ini semuanya memakai topeng.

Seni topeng digarap oleh Hari Mulyatno, sementara urusan tembang digarap oleh Wahyu Santoso Prabowo.

Seperti karya seni yang pernah dibawakan sebelumnya oleh komunitas Budayaku, Kayungyun The Topeng Opera tidak menampilkan cerita yang kaku. Sesuai dengan misinya yaitu mendekatkan seni pada semua lapisan masyarakat, teater ini sesekali menampilkan banyolan anak muda.

Tak lupa diselipkan pesan moral, misalnya tentang perumpamaan Suryo (matahari) dan Chandra (bulan). Disebutkan bahwa kedua benda langit itu sangat serasi, saling mengisi. Namun sekarang, disaat bulan muncul, hawa terasa tetap seperti siang hari. Hal itu disebabkan pembangunan yang cenderung mengabaikan lingkungan, sehingga ruang terbuka hijau dipandang sebagai hal yang sia-sia. Padahal RTH itulah yang mampu mengeliminir dampak dari pemanasan global.

Juga disinggung tentang kebiasaan klasik manusia yang gemar memakai topeng untuk menyembunyikan perilaku yang sebenarnya. O brn


Berita Lainnya
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Sabtu, 09 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026