Rabu, 11 Juli 2012 18:06:23

Bocah 15 Tahun Sempat Ikut Mencoblos

Bocah 15 Tahun Sempat Ikut Mencoblos

Beritabatavia.com - Berita tentang Bocah 15 Tahun Sempat Ikut Mencoblos

Seorang bocah berusia 15 tahun, M Khadafi Muslim mengaku sempat ikut mencoblos karena dirinya memiliki kartu pemilih dan memiliki surat undangan dari ...

Bocah 15 Tahun Sempat Ikut Mencoblos Ist.
Beritabatavia.com - Seorang bocah berusia 15 tahun, M Khadafi Muslim mengaku sempat ikut mencoblos karena dirinya memiliki kartu pemilih dan memiliki surat undangan dari KPPS TPS 059 Tanah Merah, Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Dalam kartu pemilih miliknya, disebutkan Khadafi kelahiran tahun 1993.

Saya lahir tahun 1997, dan baru berusia 15 tahun. Saya bisa ikutan mencoblos karena nama saya tercantum di DPT TPS 059 Tanah Merah, ujar Khadafi, Rabu (11/7).

Ibu kandung Khadafi, Umiyati (41) mengaku, heran anaknya yang berusia 15 tahun itu bisa ikutan menyoblos. Terlebih, kakak Khadafi yang bernama Indah dan berusia 19 tahun justru malah tidak terdaftar dalam DPT. Pada saat pendataan Khadafi memang tidak didaftarkan karena belum memiliki KTP dan belum berusia 17 tahun. Tapi, kakaknya Indah yang sudah 19 tahun memiliki KTP dan sudah didaftarkan sebagai pemilih, malah tidak masuk DPT, kata Umiyati.

Meski begitu, tak ingin kecolongan, petugas KPPS 059 dan keenam saksi dari masing-masing kandidat akhirnya sepakat mencabut serta membatalkan suara milik Khadafi. Tentunya, sebelum membatalkannya harus melalui proses perdebatan yang cukup alot antara keenam saksi kandidat dengan petugas KPPS. Namun, setelah dicapai kesepakatan dan melalui mekanisme yang telah diatur hal itu dapat diterima semua pihak.

Kejadian seperti ini tidak diperhitungkan sebelumnya. Tapi, keenam saksi di TPS setuju untuk mencabut surat suara itu, dan pencabutan itu ada mekanismenya, ucap Sanuri Ketua KPPS TPS 059 Tanah Merah.

Ditambahkan Sanuti, petugas KPPS dan saksi sepakat menanyakan pilihan Khadafi, dan memisahkannya dari kotak suara. Kemudian, laporan akan dibuat sebagai berita acara pencoblosan tersebut. Harus ada hitam di atas putih untuk pencabutan suara itu. Anak itu harus ditanya milih siapa, sehingga nanti dicari surat suara di kotak suaranya. Kami sudah melapor ini ke Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) Koja dan KPU Jakarta Utara, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, tandas dia. O brn
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017