Rabu, 19 September 2012 10:48:51

Jokowi: Mobilisasi Birokrasi Tak Bisa Dibendung

Jokowi: Mobilisasi Birokrasi Tak Bisa Dibendung

Beritabatavia.com - Berita tentang Jokowi: Mobilisasi Birokrasi Tak Bisa Dibendung

 Sehari menjelang hari pemunguran suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menengarai adanya mobilasi ...

  Jokowi: Mobilisasi Birokrasi Tak Bisa Dibendung Ist.
Beritabatavia.com -  Sehari menjelang hari pemunguran suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menengarai adanya mobilasi PNS. Selain itu, DPT siluman juga belum tuntas seluruhnya. Dia berharap semua pihak akan melakukan pengawasan agar proses Pilkada berlangsung bersih dan fair. 

Jokowi yang masih menjabat Walikota Solo ini mengaku mendapatkan banyak laporan dari masyarakat mengenai mobilisasi birokrasi. Tidak hanya birokrasi pemerintahan, tetapi juga yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Birokrasinya bisa lewat lurah, lewat camat, bahkan sekolah. Semua ada laporannya, hanya memang susah membuktikannya, kata dia. 

Dia mengatakan praktik tersebut sangat memprihatinkan, apalagi politisasi praktis terjadi di dunia pendidikan karena hendak membidik pemilih pemula. Hanya saja, Jokowi mengaku tak bisa berbuat banyak untuk menangkal indikasi kecurangan tersebut.  Dia berharap semua elemen masyarakat ikut mengontrol jalannya Pilkada DKI dan PNS menanamkan sikap netral.

Semuanya perlu dikontrol masyarakat, diawasi. Hati-hati, birokrasi harus netral, ujarnya.   Selain mobilisasi birokrasi, Jokowi menengarai sejumlah poin yang perlu diberi perhatian khusus. Yang pertama kasus daftar pemilih tetap (DPT) siluman yang masih membayangi putaran II Pilkada DKI Jakarta. Selanjutnya, Jokowi meminta komitmen Panwaslu DKI untuk netral dalam proses Pilkada DKI. Panwaslu sebagai pengawas harus ada di posisi netral, KPU juga sama, imbaunya. 

Sementara itu meski proses Pilgub DKI Jakarta berlangsung jauh dari Kota Solo namun dinamikanya sampai di Solo. Berbagai kelompok masyarakat di Solo, berinisiatif melakukan kegiatan yang tujuannya memberikan dukungan kepada Jokowi. Tidak hanya penduduk dewasa, anak-anak usia sekolah pun turut melakukannya seperti yang dilakukan siswa SD Tirtoyoso No 111 Solo yang menggelar doa bersama. 

Menurut  Kepala SD Tirtoyoso No 111 Gilingan, Banjarsari Atik Dwi Astuti, kegiatan tersebut digelar karena Jokowi adalah alumni SD tersebut. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas VI mengikuti doa bersama yang dilakukan Selasa (19/9) kemarin. Dia membantah kegiatan itu politis. Tujuan doa bersama justru memotivasi siswa agar rajin belajar dan bisa menjadi pemimpin seperti halnya beliau, katanya. Jokowi yang lulus dari SD tersebut pada 1973. 

Sementara sekelompok warga yang menamakan Komunitas Kotak-Kotak Solo (K3S) akan menggelar ritual lodeh podo moro pada saat pemungutan suara di gelar. Ritual tradisi yang tujuannya mendoakan Jokowi itu diadakah di Taman Banjarsari,.

Ritualnya hanya pembacaan doa, dilanjutkan makan bersama sayur lodeh podo moro, kata Sukasno, koordinator K3S.   Menurut Sukasno, dalam tradisi Jawa, sayur lodeh podo moro, memiliki filosofi khusus. Orang Jawa yang akan memiliki hajatan disediakan dengan harapan  masyarakat datang berbondong-bondong, meramaikan acara hajatan yang digelar.

Harapannya, dari acara ini, masyarakat DKI datang berduyun-duyun ke TPS pada saat pilgub dan memberikan suaranya untuk kemenangan Jokowi, jelasnya seperti dikutip SP, Rabu (19/9).

Sedangkan PDI Perjuangan Kota Solo, akan menyelenggarakan acara nonton bareng (nonbar) di kantor partai mereka. Menurut Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo, nonton bareng itu akan diawali dengan doa bersama juga sebagai dukungan warga Solo, khususnya partai terhadap Jokowi yang merupakan kader partai. 

Rudyatmo juga mengatakan tidak sedikit kader dan simpatisan partai yang akan pergi ke Jakarta memberikan dukungan langsung kepada Jokowi. Mereka akan berkumpul di Posko Jokowi-Ahok. Kedatangan mereka dimaksudkan untuk menemani Jokowi. Partai tidak memerintahkan, tapi kalau mau ke sana tidak dilarang," kata dia. o mcpd

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017