Jumat, 25 Juni 2010 13:51:00

Walkot Jakbar Tutup Kawasan Wisata Malam

Walkot Jakbar Tutup Kawasan Wisata Malam

Beritabatavia.com - Berita tentang Walkot Jakbar Tutup Kawasan Wisata Malam

Aksi pemalakan terhadap pengojek sepeda yang sempat marak di kawasan wisata kota tua Jakarta Barat, berbuntut panjang. Walikota Jakarta Barat Djoko ...

Walkot Jakbar Tutup Kawasan Wisata Malam Ist.
Beritabatavia.com - Aksi pemalakan terhadap pengojek sepeda yang sempat marak di kawasan wisata kota tua Jakarta Barat, berbuntut panjang. Walikota Jakarta Barat Djoko Ramadhan menghentikan kegiatan wisata malam kota tua (WMKT). Panitia diminta segera membongkar seluruh tenda yang berjejer di sepanjang jalan Pintu Besar Utara.
Keputusan Walikota itu disampaikan usai menggelar rapat, Rabu (23/6). Dalam waktu tiga hari ke depan, kawasan Jalan Pintu Besar Utara harus sudah bersih dari tenda berwarna merah dan hijau milik WMKT, tegas Djoko Ramadhan.
Sementara asisten Perekonomian Wali Kota Jakarta Barat Hariyanto mengatakan, karena WMKT tidak diperpanjang lagi, maka tenda harus segera dibongkar. Surat pembongkaran sedang kami bikin. Kami beri waktu tiga hari untuk bongkar tenda, ujarnya.
Menurutnya, seharusnya kontrak selesai pada 8 Juni lalu. Namun, setelah menggelar rapat untuk melakukan evaluasi, hasilnya WMKT tidak diperpanjang.
Dikatakan, Paguyuban Kota Tua sebagai panitia WMKT melanggar kesepakatan yang dibuat dengan Wali Kota Jakarta Barat serta Seksi Taman Fatahillah dan Kalibesar Timur. Kesepakatan yang dilanggar antara lain jam buka-tutup kegiatan dikawasan tersebut.
Hariyanto mengatakan, jam buka warung tenda Senin-Kamis pukul 16.00-24.00. Adapun Jumat-Minggu pukul 10.00-24.00. Tapi kenyataannya jam buka tidak sesuai perjanjian, ujarnya.
Di sekitar lokasi, warung tenda itu sudah buka sejak sekitar pukul 11.00. Kesepakatan lain yang dilanggar adalah jenis tenda yang seharusnya bongkar-pasang. Pada kenyataan di lapangan, tenda itu tetap berdiri di sepanjang Jalan Pintu Besar Utara sepanjang hari sejak dimulainya WMKT.
Selain itu, ditemukan adanya penarikan biaya terhadap para pedagang. Pedagang diharuskan membayar Rp 5 juta untuk mendapat tempat di WMKT. Setiap bulannya tiap pedagang juga harus membayar lagi Rp 2,5 juta. Sehingga para pedagang mengeluh, karena pendapatan tak sebanding dengan biaya yang ditarik dari para pedagang. Salah seorang pedagang mengatakan, lebih baik dagang di kaki lima dari pada di kawasan WMKT. Kami lebih memilih di kaki lima karena harga lebih murah. Berat buat pedagang tenda di sini, ujar pedagang yang enggan disebut jati dirinya. O /Kc/son




Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026