Kamis, 08 November 2012 16:40:09

Rumah Si Pitung Tetap Dilestarikan

Rumah Si Pitung Tetap Dilestarikan

Beritabatavia.com - Berita tentang Rumah Si Pitung Tetap Dilestarikan

Nama Si Pitung yang merupakan orang Betawi asli, bermukim di daerah Rawa Belong, Jakarta Barat. Karena melihat penderitaan masyarakat miskin di ...

 Rumah Si Pitung Tetap Dilestarikan Ist.
Beritabatavia.com - Nama Si Pitung yang merupakan orang Betawi asli, bermukim di daerah Rawa Belong, Jakarta Barat. Karena melihat penderitaan masyarakat miskin di sekitarnya, akibat ulah penjajah Belanda, Si Pitung yang memiliki kemampuan bela diri tinggi akhirnya berusaha menolong mereka dengan cara merampok harta orang kaya, dan membagi hasilnya pada masyarakat miskin.

Snouck Hurgronje  lantas memerintahkan untuk menangkap dan menjatuhkan vonis mati pada 'Robin Hood Indonesia' tahun 1896 karena ulahnya merugikan orang kaya, dan menguntungkan kaum duafa.

Masyarakat Betawi sangat kehilangan tokoh pahlawan itu, dan terus melestarikan peninggalan Si Pitung termasuk sebuah rumah di daerah Marunda yang saat ini ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya di Jakarta Utara.

Rumah berbentuk panggung bercat coklat, memang bukan rumah asli milik Si Pitung, melainkan rumah milik Haji Syaifudin, yang konon merupakan tempat persembunyian Si Pitung ketika  dikejar-kejar kompeni dahulu.

H. Syaifudin sendiri, dipercaya merupakan salah seorang warga Betawi yang menjadi teman  Pitung dan berusaha melindungi si Robin Hood dari Betawi tersebut.

Rumah kuno terbuat dari kayu jati berbentuk panggung dengan ukuran 40 X 8 meter, saat ini nampak tidak begitu terawat apik. Catnya mulai memudar dan terkelupas di sana sini. Padahal tahun 2010, Benda Cagar Budaya ini direnovasi dengan biaya Rp. 3 milyar.

Kini untuk tetap melestarikan serta mempercantik rumah si Pitung, Sudin Kebudayaan Jakarta Utara melakukan perbaikan kembali  bangunan yang termasuk dalam kategori cagar budaya, dengan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar. Selama perbaikan berlangsung, yakni sejak 30 Oktober hingga 14 Desember mendatang, pihak pengelola menutup bangunan cagar budaya ini dari kunjungan wisata.

Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Utara, Sahat Sitorus mengatakan, rehabilitasi dilakukan di beberapa bagian yakni pada bagian pagar, lantai dan toilet. Kami menyebut rehabilitasi ini dengan penyempurnaan bangunan. Jadi, untuk bagian bangunan Rumah Si Pitung sendiri tidak ada yang direhabilitasi atau diperbaiki. Kami hanya melakukan perbaikan pada bangunan yang ada di sekitar rumah Rumah Si Pitung sebagai penunjang bangunan, ujar Sahat.

Saat ini memang sudah terpasang pagar yang mengelilingi bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 800 meter tersebut. Namun, pagar yang ada itu tidak sesuai dengan bangunan utama Rumah Si Pitung yang kental akan ornamen dan ciri khas rumah adat Betawi. Kami ganti seluruh pagar yang mengelilingi area Rumah Si Pitung itu dengan pagar yang lebih artistik dan tentu saja dengan ornamen Betawi, katanya.

Kemudian untuk toilet, yang sebelumnya berada di sisi selatan bangunan rumah kini telah dibongkar atau dihilangkan. Sebagai penggantinya, di bekas lokasi itu akan dibangun pintu masuk selatan yang akan menggantikan pintu masuk yang saat ini berada disisi barat. 

Perbaikan juga dilakukan terhadap lantai di ruang serba guna atau ruang foto dan perpustakaan yang terletak di sisi utara. Di lantai satu bangunan tersebut akan diperbaiki dengan mengganti keramik yang lama dengan keramik yang baru. Sedangkan di lantai
dua, yang lantainya terbuat dari kayu akan diganti dengan bahan material semen dan dilapisi kayu kembali. Kayunya ganti yang baru juga, katanya.

Sedangkan untuk bangunan utama Rumah Si Pitung, dikatakan Sahat, saat ini belum perlu dilakukan perbaikan meski di lantai satu atau bangunan panggungnya banyak terdapat kayu yang sudah keropos maupun berlubang. Kami fokus terlebih dahulu pada bagian yang ada di sekitar Rumah Si Pitung bukan pada bagian utamanya. Tapi ke depan juga akan kami percantik bangunan utamanya. Perbaikan ini bertujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung, ucapnya.

Agar rehabilitasi yang dilakukan berjalan lancar, rumah Si Pitung akan ditutup untuk sementara. Nantinya, jika rehabilitasi yang dilakukan terhadap bangunan yang berdiri sejak abad ke-18 ini rampung, Sahat berjanji akan meningkatkan promosi Rumah Si Pitung.

Tahun depan kami akan memprogramkan pagelaran di tempat tersebut secara periodik dengan melibatkan masyarakat, karang taruna, pelajar, dan lainnya. Pagelaran tersebut diadakan dengan menampilkan berbagai kegiatan kesenian betawi, yang akan digelar setiap satu bulan sekali, tuturnya.

Saat ini,  jumlah pengunjung Rumah Si Pitung kurang lebih mencapai 700 orang pada setiap akhir pekan. Sahat menargetkan jumlah tersebut akan meningkat sebanyak 20 hingga 30 persen pada tahun depan. o day
 




Berita Lainnya
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Sabtu, 09 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026