Senin, 24 Desember 2012 17:34:32

Komnas HAM: Copot Kapolda Sulteng

Komnas HAM: Copot Kapolda Sulteng

Beritabatavia.com - Berita tentang Komnas HAM: Copot Kapolda Sulteng

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siane Indriani, mengecam ketidakprofesionalan dan kelalaian aparat kepolisian Sulawesi Tenggara atas ...

 Komnas HAM: Copot Kapolda Sulteng Ist.
Beritabatavia.com - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siane Indriani, mengecam ketidakprofesionalan dan kelalaian aparat kepolisian Sulawesi Tenggara atas peristiwa penembakan enam anggota Brimob, pada Kamis 20 Desember 2012 lalu. Kapolri diminta mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut dengan memberhentikan Kapolda Sulteng.
 
Desakan ini disampaikan sebagai tindak lanjut penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM dalam lima hari terakhir. Diakui oleh Siane, ditemukan banyak kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang mengakibatkan tewasnya empat anggota Brimob tersebut.
 
Harus dilakukan pengusutan secara tuntas apa penyebab terbunuhnya empat anggota Brimob di Kalora itu, sebab dari penyelidikan kami temukan banyak kejanggalan. Dan yang lebih penting, apapun hasilnya umumkan secara terbuka di media, tegas Siane dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/12).
 
Sikap terbuka dan jujur aparat kepolisian Sulteng sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini, sehingga tidak menjadikan masalah berlarut-larut. Tak kalah penting adalah tidak mengakibatkan trauma mendalam di internal aparat dan masyarakat secara luas.
 
Siane menambahkan, jika tak mampu melakukan evaluasi atas peristiwa yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya, Kapolda Sulteng Brigjend Gede Parsana sudah selayaknya diberhentikan. Jika memang Kapolda Tak mampu melakukan evaluasi, Kapolri sebaiknya segera memberhentikannya, lanjutnya.
 
Siane juga mengatakan, dari hasil penyelidikannya ditemukan fakta enam polisi di Sulteng terbunuh dalam enam bulan terakhir, yang keseluruhannya tidak terungkap penyebab pastinya. Komnas HAM justru menemukan ketidakberesan dalam prosedur kerja yang diterapkan di jajaran kepolisian Sulteng, di antaranya tidak dikenakannya kelengkapaan keamanan oleh aparat dalam tugas lapangan.
 
Siane yang merupakan Komisioner Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan tersebut juga menekankan pentingnya dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga ditemukan fakta penyebab terbunuhnya enam anggota Brimob selama ini.
 
Coba selidiki proyektil yang bersarang di tubuh korban. Serta jelaskan mengapa mereka sampai melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri, tandas Siane seraya meragukan pernyataan Kapolda Sulteng yang menyebut keenam anggota Brimob tertembak saat menjalankan tugas patroli.
 
Selama lima hari melakukan pemantauan dan penyelidikan langsung di Poso dan Palu, Siane mengaku mendapati kondisi yang tak kalah memprihatinkan lainnya. Yaitu rasa takut yang menghinggapi masyarakat atas kelompok sipil bersenjata yang disebut-sebut ada di sekitar mereka. Masyarakat juga mengalami trauma karena beberapa kali terjadi peristiwa salah tangkap terhadap warga. Dimana warga harus meminta perlindungan, bila kondisinya seperti ini, pungkasnya. o eeee


Berita Lainnya
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026