Beritabatavia.com -
Penegakan hukum tahun 2012 yang menjadi kewenangan Polri masih jauh dari menggembirakan dan harapan rakyat. Justru nilai merah masih di sandang Polri di tahun 2012 ini.
Demikian benang merah Seminar Nasional Hukum dan Politik yang digelar Pemuda Muhamadiyah Limapuluh Kota dengan pembicara dua anggota DPR RI dari Komisi III, Taslim Chaniago dan Nudirman Munir seperti dilansir Haluan Padang, Jumat (28/12)
Seringnya terjadi kerusuhan, konflik sosial dan meningkatnya angka kejahatan dengan kekerasan di wilayah hukum Indonesia membuktikan kinerja Polri tahun ini masih lemah. Meski ada keberhasilan, belum mampu nilai kinerja Polri keluar dari angka merah, ujar Taslim yang dikenal sebagai politisi muda Partai Amanat Nasional tersebut.
Kata Taslim, perlawanan rakyat justru sangat mudah terpancing dan bentrok dengan kepolisian. Sumbar saja contohnya, terakhir bentrok masyarakat Sitiung dengan Polres Dharmasyara. Padahal masyarakat Sumbar selama ini sangat harmonis dengan kepolisian. Nyaris tidak ada sebelum 2009 rakyat Sumbar menunjukan sikap reaktif kepada kepolisian, ujar Taslim.
Menurut wakil rakyat asal Sumbar itu, timbulnya gejolak rakyat di berbagai wilayah di Indonesia berbuntut perlawanan kepada Polri, tidak bisa lepas dari pola penanganan sebuah kasus.
Dalam menangani sebuah kasus, Polri sering mengabaikan dampaknya. Artinya apa, intelijen Polri sendiri kerjanya juga jauh dari harapan, ujar Taslim.
Anggota Polri ditembak menurut Taslim mungkin saja berawal dari rasa dendam keluarga tersangka. Dan dikesempatan lain mereka lakukan pembalasan. Ini seharusnya tidak terjadi jika Polri mampu menerapkan prosedur jitu dalam mengungkap kasus, ujarnya.
Senada dengan Taslim, Anggota Fraksi Partai Golkar Nudirman Munir mengatakan nilai merah akibat kinerja Polri yang masih sering tebang pilih, kriminalisasi dan melakukan kekerasan ke masyarakat sipil. Merah, dulu 3,5 nilainya, kini nasik menjadi lima. Tiga perlakuan Polri dalam menegakkan hukum di atas yang belum bisa diapresiasikan dengan angka hijau, kinerjanya tahun ini, ujar Nudirman. o tot