Beritabatavia.com -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar seluruh keluarga besar polri tetap tenang dan berfikir secara rasional serta tidak emosional. Karena kritik bahkan kecaman yang disampaikan masyarakat tidak seluruhnya benar, ada sebagian yang terkesan berlebihan. Hal tersebut disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam acara syukuran HUT Bhayangkara ke 64 di lapangan PTIK, Jakarta Selasa (6/7). Sahabat, pendukung dan klien serta customer Polri adalah masyarakat. Sedangkan musuh utama polisi adalah pelaku kejahatan dan pengganggu keamanan dan ketertiban, tegas Presiden.
Oleh karena itu,Presiden mengingatkan agar Polri tetap fokus pada tiga tugas utama seperti yang disebutkan dalam konstitusi yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kedua adalah melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, sedang yang ketiga adalah menegakkan hukum. Ketiga tugas itulah yang mesti saudara emban dengan penuh rasa tanggung jawab dan sebaik-baiknya, ujar SBY.
Menurut Presiden, jauh lebih banyak komponen bangsa yang berterima kasih dan menghargai kepolisian. Namun, polri harus sadar bahwa ada elemen-elemen yang barangkali memerlukan peningkatan pelayanan agar lebih baik. Dalam aspek penegakkan hukum, Kepala Negara menekankan, agar pemberantasan korupsi tetap dijalankan dengan sangat intensif. Lanjutkan tugas-tugas untuk penegakkan hukum terhadap mereka yang melakukan kejahatan di bidang pajak, negara kita ingin terus mengurangi utang luar negeri dengan terus meningkatkan pendapatan dalam negeri. Pajak adalah andalan kita, untuk pembiayaan pembangunan dan pembiayaan jalannya pemerintahan umum," tegas Presiden. Polri dminta terus melakukan penanggulangan kejahatan terorisme, dengan mengutamakan pencegahan dan juga narkoba, tambah Presiden. O son