Beritabatavia.com -
Mantan menteri koordinator perekonomian, Rizal Ramli mengusulkan reformasi Polri dengan menempatkan institusi itu di bawah Kementerian Dalam Negeri. Sekarang Polri berada langsung di bawah Presiden.
'Jika Polri ditempatkan di bawah Kemendagri maka akan menjadi lebih manusiawi dan lebih fokus pada tugasnya menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat),' kata Menko Perekonomian era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Rizal Ramli mengatakan hal itu menyikapi penyerangan kantor Mapolresta Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, oleh sejumlah prajurit TNI pada 7 Maret lalu.
Rizal menilai, penyerbuan kantor Mapolresta Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, sesungguhnya tidak boleh terjadi, karena TNI dan Polri, sama-sama aparat keamanan.
Jika TNI adalah kekuatan tempur untuk menghadapi ancaman keamanan negara, maka polisi adalah penjaga kamtibmas.
Agar Lebih ManusiawiRizal Ramli pun menceritakan, latar belakang dipisahkannya Polri dari TNI oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2000.
'Sasarannya agar polisi lebih manusiawi seperti polisi di Inggris,' katanya.
Menurut dia, polisi di Inggris tidak dilengkapi senjata api, hanya bersenjata pentungan, tapi dihormati karena mengayomi rakyat.
Setelah di pisah dari TNI, menurut dia, Polri berada langsung di bawah presiden dan fasilitasnya lebih baik, sehingga menimbulkan kecemburuan.
Saya mengimbau presiden agar bisa membentuk Polri seperti polisi Inggris yang lebih manusiawi. katanya.
Doktor ekonomi alumni Amerika Serikat ini mengusulkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reformasi Polri dengan menempatkannya di bawah Kementerian Dalam Negeri sehingga lebih fokus pada tugasnya menjaga Kamtibmas. O ant