Beritabatavia.com -
Setelah dibuka pada 10 Juni lalu,Pekan Raya Jakarta (PRJ) secara resmi akhirnya ditutup pada Minggu (11/7) malam.
Pada 32 hari penyelenggaraan tercatat sedikitnya 3,5 juta orang mengunjungi hajatan tahunan dalam menyambut HUT Jakarta ke 483 ini.
Jumlah kunjungan tersebut meningkat dari tahun sebelummya yang berjumlah sekitar 3,1 juta orang.
Selain pengunjung, peningkatan juga terjadap ada nilai transaksi yang dilakukan. Jika sebelumnya sebesar Rp2,64 triluin, untuk penyelenggaraan PRJ tahun ini nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp3,1 triliun.
Mengenai pendapatan dari hasil penjualan tiket, Managing Director PT Jakarta International Expo Budi Santoso, menjelaskan hanya sekitar 70 persen pengunjung mereka masuk dengan membayar tiket tanda masuk sebesar Rp 15 ribu pada hari biasa dan Rp 20 ribu pada akhir pecan.
Sedang 30 persen lainnya adalah pengunjung yang masuk ke arena pameran tanpa tiket tanda masuk. Panitia Jakarta Fair menetapkan para manula, yatim-piatu, anggota TNI-Polri, dan masyarakat tidak mampu dibebaskan dari membeli tiket masuk.
Penutupan PRJ secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur, DKI Prijanto yang didampingi Presiden Direktur PT Jakarta International Expo Siti Hartati Murdaya. Seperti halnya pembukaan pada 10 Juni lalu, penutupan ini juga dirayakan dengan peluncuran pesta kembang api.
Acara penutupan Jakarta Fair 2010 berlangsung di panggung utama Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat. Dan dihadiri sejumlah pejabat lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para direksi PT Jakarta International Expo, dan para peserta yang berasal dari kalangan swasta maupun delegasi provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Event ini dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2010.
Bagi para peserta, PRJ merupakan sebuah sarana yang efektif mampu mendongkrak nilai penjualan sekaligus memperkenalkan sejumlah produk.
Hal ini diakui oleh Sekretari Badan Kerjasama dan Penanaman Modal Provinsi Yogyakarta Agus Budi Prasetyo. Hal itu terbukti dari hasil penjualan yanmg diperoleh setiap UKM yang mencapai Rp12 juta setiap harinya.
’’Secara total, dalam sebulan ini kami perkirakan mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp 500 juta,’’ ujarnya O brn