Beritabatavia.com -
Pengelola transportasi TransJakarta Busway memasang kamera pengintai untuk memantau para lelaki iseng menyusul maraknya kasus pelecehan seksual di halte bus TransJakarta belakangan ini. Kamera CCTV (closed-circuit television)ini telah berfungsi dan bisa dipantau secara online lewat website TransJakarta, sehingga jika memang ada pelecehan, pencopetan atau kehilangan di halte bus bisa dengan mudah diketahui.
Kita sudah pasang CCTV di halte bus Transjakarta. Kalau memang ada yang merasa dilecehkan di halte, silakan saja melapor ke kita, kata Asisten Manajer Pengendalian Bus Transjakarta, Bano Yogaswara, di Jakarta, Rabu.
CCTV tersebut baru dipasang di beberapa halte dan Bano mengaku sulit memasang CCTV di dalam bus. Menurut Bano, hal tersebut masih perlu dibicarakan dengan operator bus Transjakarta.
Tanggung jawab Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Busway di halte bus. Kalau di dalam bus, itu harus dibicarakan dulu dengan pihak operator bus, ujarnya.
Bano menjelaskan, untuk meningkatkan keamanan penumpang wanita, manajemen bus TransJakarta juga akan membentuk Satgas Wanita. Tugas dari satuan ini adalah membantu pengaturan penumpang wanita dan memberikan tips aman menaiki bus TransJakarta.
Kalau penumpang wanita yang mengatur juga wanita mungkin lebih pas, ujarnya.
Sementara Manajer Pengendalian Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Gunardjo mengatakan, selain pemasangan CCTV, petugas tetap siaga dan aktif mengimbau penumpang agar mengikuti arahan petugas bus. Misalnya tidak berdesak-desakan di dekat pintu, tetapi bergeser ke bagian dalam yang masih longgar.
Kalau merasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, sebaiknya pindah ke sisi yang lain dan laporkan ke petugas kita, kata Gunardjo. Setidaknya dalam dua bulan terakhir ini terjadi pelecehan seksual didalam bus TransJakarta yang dilakukan penumpang pria kepada penumpang wanita. O ant/nor