Beritabatavia.com -
Keceamasan warga Jakarta pasca penembakan Aipda Anumerta Sukardi anggota Provost Kabaharkam Mabes Polri di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (10/9) harus menjadi tanggungjawab Polri khususnya jajaran Polda Metro Jaya.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane, mendesak Kapolri agar memerintahkan, memberi batas waktu, dan mensupervisi jajaran Polda Metro Jaya untuk segera memburu, menangkap dan mengungkap kasus penembakan terhadap polisi di ibukota, terutama penembakan di depan gedung KPK.
Menurut Neta, kasus penembakan di depan KPK menjadi puncak keresahan warga Jakarta setelah sebelumnya adanya empat kasus penembakan dan dua kasus pengeroyokan terhadap polisi di ibukota sejak dua bulan terakhir.
Dia menuturkan, aksi penembakan terhadap polisi yang semula di wilayah pinggiran dan kini mulai bergeser ke pusat ibukota menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi banyak pihak. Jika aksi penembakan ini tidak segera diungkap dan kemudian terbiarkan bukan mustahil aksi teror penembak misterius ini akan makin melebar dan muncul di berbagai pihak.
Jika tren penembakan misterius ini kian melebar bukan mustahil sasarannya pun kian melebar pula. Artinya, tidak hanya polisi jajaran bawah yang jadi sasaran. Bukan mustahil para pelaku penembak misterius meningkatkan sasarannya untuk uji nyali, di antaranya menembak perwira atau pejabat Polri atau bahkan menjadi para politisi atau pejabat pemerintah dan pejabat negara sebagai sasaran atau korban, kata Neta.
Jika para pejabat Polri, para politisi dan pejabat pemerintah menjadi sasaran penembak misterius, ibukota Jakarta pun seakan berubah menjadi wilayah yang tidak bertuan. Kecaman-kecaman kepada Polri akan kian meningkat. Untuk itu kasus penembakan mistrius ini tidak boleh terbiarkan terlalu lama dan harus segera diungkap agar mata rantai penembakan tersebut bisa diputus dan dihentikan, sehingga warga ibukota tidak terus menerus dikecam rasa takut.
Kapolri harus segera memotivasi jajaran Polda Metro Jaya agar mampu mengungkap kasus tersebut dan Polri tetap dipercaya publik dalam menjaga keamanan ibukota.O son