Beritabatavia.com -
JAKARTA, - Minimnya sosialisasi Festival Budaya Wisata Pesisir 2010 yang digelar Pemkot Administrasi Jakarta Utara, tidak hanya mengakibatkan kegiatan itu sepi pengunjung. Event pesta rakyat itu juga tidak mampu membantu perekonomian warga sekitar yang seharusnya bisa mendapatkan keuntungan ekonomis dari berdagang kecil-kecilan di tempat tersebut.
Darkona (50), warga Rumah Susun Marunda Pulo yang kesehariannya berjualan es, terpaksa hanya bisa terpaku menyaksikan festival tersebut. Meski tempat tinggalnya hanya berjarak 200 meter dari lokasi acara, dirinya tak bisa mengambil keuntungan dari berdagang, karena minimnya informasi pengurusan izin lapak di lokasi acara.
Saya tidak tahu ada kegiatan seperti ini, cuma tadi malam ada kegiatan wayang kulit Betawi. Rencananya mau ikut jualan tapi gak tahu mau daftar di mana? Soalnya, ketika saya tanya ke petugas Satpol PP yang jaga, katanya gak boleh harus ijin ke panitia, kata janda beranak tiga saat ditemui di sela acara, Minggu (18/7/2010).
Anto Saputra, warga RT 04/07 Marunda yang kesehariannya berjualan otak-otak ikan juga mengaku kaget ada kegiatan pesta rakyat itu, namun warga sekitar tak merasa dilibatkan.
Padahal, kalau ada kegiatan ini setidaknya warga sekitar mendapatkan manfaat karena dapat menambah penghasilan. Ya, ini saya lihat mereka yang datang berjualan merupakan penyewa stand, ujarnya.
Penyesalan serupa juga diakui Nur Hayati (47), warga Rusun Marunda Pulo, Blok Tongkol. Dikatakan, jika warga sekitar diberitahukan sebelumnya, tentu mereka dapat memanfaatkan acara tersebut untuk berjualan pecel, air minum kemasan, atau makanan ringan lainnya untuk menambah penghasilan.
Katanya kegiatan ini untuk menambah ekonomi warga pesisir, tapi nyatanya kami tak pernah merasakannya. Kegiatan yang rencananya digelar setahun sekali, warga sekitar justru tak dilibatkan sama sekali. Mereka yang berjualan warga dari luar, mereka menyewa stand ke panitia, katanya dengan nada kesal.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengungkapkan, kegiatan Festival Budaya Wisata Pesisir 2010 sebagai upaya Pemkot Administrasi Jakarta Utara dalam mengenalkan 12 jalur wisata pesisir kepada masyarakat luas, sekaligus merayakan satu tahun pencanangan wisata pesisir. Diharapkan kegiatan itu dapat meningkatkan perekonomian warga pesisir.
Acara tersebut juga akan mengangkat potensi ekonomi kreatif di Jakarta Utara dari sejumlah UKM (Usaha Kecil Menengah), serta pameran dan bazar murah. Peserta pameran ini adalah pengusaha UKM dari enam kecamatan di Jakarta Utara. Melalui pesta rakyat ini, diharapkan tumbuh kebersamaan masyarakat pesisir, tandasnya. o nor