Jumat, 29 November 2013 11:19:15

AKBP Diduga Terlibat Pembunuhan 2 Wanita di Kendari

AKBP Diduga Terlibat Pembunuhan 2 Wanita di Kendari

Beritabatavia.com - Berita tentang AKBP Diduga Terlibat Pembunuhan 2 Wanita di Kendari

Tim penyelidik Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menyelidiki kasus pembunuhan dua wanita asal Jakarta yang diduga ...

AKBP Diduga Terlibat Pembunuhan 2 Wanita di Kendari Ist.
Beritabatavia.com - Tim penyelidik Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menyelidiki kasus pembunuhan dua wanita asal Jakarta yang diduga melibatkan seorang perwira polisi berpangkat AKBP. Hasil pemeriksaan sementara Polda Sultra belum menemukan keterlibatan perwira tersebut.

Sejauh ini belum ada bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan oknum polisi berpangkat perwira menengah (AKBP) dalam kasus terbunuhnya Windy Evelyn dan Nur Hasanah, kata Kepala Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Rajim Asianto di Kendari, seperti dikutip dari Antara, Jumat (29/11).

Sebelumnya, tim gabungan dari Polda Sultra dan Polres Kendari pada Selasa, 26 November 2013, menangkap Jumrin, pelaku pembunuhan terhadap Nur Hasanah (28) warga Jakarta, dan Windi Evely (36) warga Medan, Sumatera Utara. Jumrin ditangkap di Biak, Papua.

Jumrin dinyatakan sebagai buron dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah tiga orang pelaku lainnya, Andi Syamsuddin, Agus, dan Bogar ditangkap dalam pelariannya di Bungku Selatan, Palu, Sulawesi Tengah. Dari pengakuan Andi Syamsuddin, pembunuhan tersebut juga melibatkan RM, seorang perwira menengah Polda Sulawesi Tenggara berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi.

Awalnya Nur Hasanah dan Windi Evelin berada di Kendari untuk mengurus penangguhan penahanan suami Windi Evelin, El Fahmi, yang terbelit kasus imigran gelap di Kota Kendari. Nur Hasanah dan Windi lalu mendapat tawaran dari Andi Syamsuddin yang mengaku bisa menguruskan penangguhan penahanan.

Andi yang dikenal sebagai kontraktor itu meminta uang kepada Windi sebesar Rp 500 juta. Dari uang itu, Rp 200 juta diberikan kepada AKBP RM yang akan mengurus penangguhan penahanan. Sedangkan selebihnya dibagikan kepada Agus, Bogar, dan Jumrin. Agus adalah teman Andi Syamsuddin yang diminta mencari pembunuh bayaran yang kemudian menunjuk Bogar dan Jumrin.

Namun kedua wanita ini dilaporkan hilang oleh keluarganya, mayat Nur Hasanah ditemukan dalam kondisi sudah menjadi tengkorak di Hutan Meluhu, Kabupaten Konawe. Sedangkan jasad Windi, yang telah membusuk ditemukan, di sekitar Desa Tetewatu, Kabupaten Konawe Utara. o an










Berita Lainnya
Sabtu, 04 April 2026
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026