Beritabatavia.com -
Kehilangan emas di bagasi pesawat Lion Air, malah diperiksa intensif. Nasib itulah dialami Kasat Narkoba Polda Kalimantan Barat (Kalbar) AKBP Idha Endi Prasetyono, dan istrinya Titi Yusnawati. Tak tanggung-tanggung yang memeriksa langsung Kapolda Kapolda Kalbar, Irwasda (Inspektur Pengawas Daerah) dan Kabid Propam,
Memang Kasat Narkoba Polda Kalbar AKBP Idha Endi Prasetyono, dan istrinya Titi Yusnawati diperiksa petinggi Polda Kalbar. Pemeriksaan itu terkait hilangnya perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah dari bagasi pesawat Lion Air. Tapi belum tau kapan hasilnya, kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di Jakarta, Senin (6/1/2013).
Dari pengakuan Titi kepada Polda Kalbar, ungkapnya, perhiasan yang dibawanya itu merupakan milik keluarganya yang akan digunakan untuk acara pernikahan keluarga di Bekasi, Jawa Barat.
Ceritanya adik dari istri perwira itu (Titi) mau melakukan pernikahan, jadi perhiasan itu mungkin sebagai hantarannya. Kan ada itu hantaran untuk pernikahan. Tapi saya belum dapat informasi secara jelas, ungkap dia.
Ronny menambahkan, untuk memastikan taksiran harga perhiasan itu, Polda setempat akan memangil ahli yang mengetahui taksiran nilai barang tersebut yang diduga mencapai belasan hingga puluhan miliar rupiah. Sementara keluarganya mengaku perhiasan itu ditaksir hanya Rp 500 juta.
Jadi karena ada simpang siur nilai perhiasan itu di media disebut berapa miliar dan ada ratusan juta gitu, maka perlu dilakukan penghitungan dari ahlinya. Upaya itu untuk mmencari tahu total nilai perhiasan itu, terang Ronny.
Namun ia mengaku heran dengan kejahilan para pelaku yang nekat mencongkel tempat menyimpan barang berharga tersebut. Padahal barang itu sudah di kunci pemiliknya.
Kalau mau dibongkar isi tas tersebut, sebaiknya disaksikan pemiliknya. Dibongkar gitu saja nggak boleh. Dibongkar boleh-boleh saja tapi jangan diambil, ujar dia.
Karena itu Ronny mengimbau agar pihak maskapai penerbangan melakukan pengetatan keamanan di internal bandara, khususnya pengawai yang mengurus bagasi penumpang agar penumpang tak was-was.
Ditangkap
Sementara 3 Pencuri perhiasan berupa kalung, cincin, gelang milik istri Kasat Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Fransetyono, Titi Yusnawati, sudah ditangkap Polres Pontianak. Para pencuri itu diduga kuat karyawan penerbangan Lion Air
di bagian kargo.
Saat ini ketiga pencuri bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Pontianak, kata Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Mukson Munandar. Hingga kini ketiga pencuri masih diperiksa.
Kasat Narkoba Polda Kalbar AKBP Fransetyono membenarkan perhiasan yang dibawa istrinya hilang saat disimpan dalam koper ketika melakukan penerbangan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 715 dari Pontianak tujuan Jakarta. Hilang belum diketahui apakah di Bandara Supadio Pontianak atau di Bandara Soekarno-Hatta, ujar Fransetyono.
Ia menjelaskan, hilangnya perhiasan itu, baru diketahui saat korban, istrinya, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pukul 19.00 WIB, Jumat 3 Januari.
Saat mengetahui perhiasan yang dibawa istrinya hilang, Fransetyono langsung melakukan pengecekan di Bandara Supadio. Namun perwira Polda Kalbar itu membantah nilai kerugian atas kehilangan barang berharga pribadinya itu mencapai miliaran rupiah.
Nilainya tidak sebesar itu, sekitar Rp 500 jutaan, yakni berupa perhiasan kalung, cincin, gelang. Perhiasan itu rencananya untuk acara kawinan keponakan istri saya besok pagi di Bekasi, ungkap dia.
Fransetyono menambahkan, perhiasan itu disimpan di dalam koper dan disimpan di dalam bagasi, tetapi kunci koper sudah dirusak saat berada di Bandara Soekarno-Hatta. o day