Beritabatavia.com -
Irjen Dwi Priyatno dijadwalkan menerima jabatan Kapolda Metro Jaya dari Irjen Putut Bayuseno di Rupatama, Mabes Polri Selasa (18/3) besok. Sejumlah tugas pun langsung menghadang jenderal angkatan 1982 itu.
Saya tentu harus pelajari dulu. Tentu, apa yang saya lakukan di Polda Jateng, sedikit banyak bisa saya terapkan di Metro. Saya memang belum pernah berdinas di lingkungan Polda Metro, tetapi saya yakin sanggup dan paham karena saya besar di Jakarta. Saya tinggal di asrama Polri di Cipinang karena bapak saya juga polisi, kata Dwi seperti dilansir laman Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (17/8).Terkait pemilu, kata Dwi, ia tentu harus segera tune in dengan Operasi Mantab Bhrata yang digelar secara nasional untuk pengamanan pemilu. Yang jelas adalah perlindungan dan penyayoman kepada masyarakat serta penegakan hukum bekerja sama dengan Panwaslu. Saya di Jateng pernah mengungkap kasus pelanggaran pemilu yang melibatkan PKPI (Sutiyoso) kemudian di Purworejo dan Demak, sambungnya.
Terkait kemacetan lalu lintas dan tingginya angka kriminalitas di Ibu Kota, Dwi melanjutkan, dia akan mendorong anggotanya untuk standby di daerah rawan.
Daerah rawan harus ada anggota yang standby. Kekuatan Polda akan digunakan untuk mem-backup Polres. Kita juga akan menerapkan razia dan berkomunikasi dengan masyarakat. Itu yang saya lakukan di Polda Jateng dan membuat angka kriminalitas tahun 2013 turun, sambungnya.
Data Polda Jateng selama 2013, angka kriminalitas turun sebanyak 14,1% dibanding 2012. Angka kecelakaan lalu lintas juga turun dari 14 jiwa per hari menjadi delapan jiwa per hari.
Dwi adalah jenderal kelahiran Purbalingga, Jateng, pada 12 November 1959. Dia lulus Akpol pada 1982, lulus PTIK pada 1987, Sespim pada 1998, Sespati 2007, dan Lemhanas pada 2012. Dia aktif berbahasa Belanda dan Inggris. Saya mengambil kursus lalu lintas di Belanda selama sembilan bulan, tambah Dwi.
Lulus Akpol Dwi ditempatkan di Losarang (Indramayu), Jatibarang, Kabag Lantas Polwil Bojonegoro (Jatim), Wakapolres. Ponorogo, Wakapolres Sidoarjo, dan Pamen Polda Jatim.
Dwi menjadi Wakapolwiltabes Surabaya, SLO Polri di Malaysia, Dirlantas Polda Kalbar, Dir Samapta Polri, Dir Shabara Polri, Kapolda Jateng, dan kini Kapolda Metro.
Saya memang lebih banyak di lalu lintas. Mungkin itu dan pengalaman ini yang membuat saya dipercaya jadi Kapolda Metro. Ini amanah dan saya juga kaget waktu pertama dengar (jadi Kapolda Metro), imbuhnya. o bsc