Beritabatavia.com -
Penutupan Dolly Surabaya, yang merupakan kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara ini mengundang kontroversi. Konon karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Padahal sudah jelas penutupan kawasan Dolly ini berdasarkan peraturan daerah yang melarang orang menggunakan bangunan atau tempat untuk berbuat asusila.
Pasca penutupan kawasan Dolly, kota Bandung, tengah bersiap mengantisipasi adanya eksodus pekerja seks komersial (PSK) Dolly. Sejak kemarin pihak Satpol PP Kota Bandung gencar melakukan razia di berbagai titik Kota, penginapan, hotel dan tempat-tempat yang dianggap rawan adanya PSK. Dan antisipasi itu, tidak hanya dilakukan Sat Pol PP saja, aparat dari Polrestabes Bandung-pun ikut ambil alih jangan sampai para PSK eks Dolly hijrah ke Kota Bandung, apalagi saat ini jelang Ramadan.
Kami juga melakukan antisipasi jangan sampai para PSK Dolly eksodus ke Bandung, ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi pada wartawan di Mapolrestabes Bandung.
Mashudi mengatakan, agar tidak ada eksodus PSK Dolly ke Kota Bandung, Polrestabes akan melakukan pengawasan dan pencegahan dengan cara mengerahkan fungsi intelejen untuk melakukan pengawasan baik di Saritem ataupun di lokasi lain. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Bandung untuk masalah Saritem tersebut, katanya. O Sarkoni Asyeh