Beritabatavia.com -
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta. Pane menilai Hari Bhayangkara Tahun 2014, Polri perlu mencermati perubahan drastis yang akan terjadi, seiring akan munculnya presiden baru pasca Pilpres 2014. Apalagi kedua pasang Capres dan Cawapres dalam kampanyenya membawa visi misi perubahan bagi Bangsa Indonesia. Prabowo membawa semangat Macan Asia dan Jokowi membawa semangat Revolusi Mental.
Di usia ke 68, Polri belum mampu mewujudkan dogma Tribratanya secara utuh. Ke 400.000 anggota Polri belum mampu mewujudkan karakter Polri yang diinginkan Tribrata. Polri masih larut dalam aneka warna karakter yang dimunculkan 400.000 anggotanya, papar Pane dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (01/07),
Tak heran dalam usianya yang sudah cukup tua, yakni 69 tahun, lanjut dia, Polri masih kehilangan jati diri, kehilangan karakter, tidak mampu bersikap arif, kurang bijaksana, belum dewasa dan jauh dari sikap yang senantiasa mengayomi. Bahkan gaya hidup hedonis makin menggerogoti sikap dan prilaku sebagian besar anggota Polri. Materi kerap dijadikan tolok ukur.
Jika tidak segera berbenah diri dikhawatirkan Polri akan berbenturan dengan pemerintahan baru, yang nyata-nyata akan menggulirkan perubahan bagi bangsa ini, tandasnya.
Indonesia Police Watch (IPW) berharap Presiden Baru perlu memprioritaskan perubahan signifikan di Polri. Sebab selama 15 tahun Reformasi Polri, jajaran Polri gagal melakukan perubahan kultural, sehingga mentalitas jajaran Polri sering dikeluhkan publik.
Akibatnya, Polri selalu gagal memberi kepastian hukum bagi publik. Salah satu cara pemerintahan baru mendorong perubahan di Polri adalah mencari figur-figur yg berkomitmen dan berintegritas untuk ditempatkan di posisi elit kepolisian dan merekalah yg kemudian menjadi pionir untuk perubahan mental di Polri, tambahnya. o ndy