Kamis, 21 Agustus 2014 10:30:13

E- Policing Awal Kematian "Sang Naga"

E- Policing Awal Kematian "Sang Naga"

Beritabatavia.com - Berita tentang E- Policing Awal Kematian "Sang Naga"

E-Policing adalah pemolisian secara elektronik yang dapat diartikansebagai pemolisian secara online, sehingga hubungan antara polisi ...

E- Policing Awal Kematian Ist.
Beritabatavia.com - E-Policing adalah pemolisian secara elektronik yang dapat diartikan
sebagai pemolisian secara online, sehingga hubungan antara polisi dengan
masyarakat bisa terjalin dalam 24 jam sehari dan 7 jam seminggu tanpa
batas ruang dan waktu untuk berbagi informasi dan melakukan komunikasi.

Bisa juga dipahami, membawa community policing pada sistem on line. Dengan
demikian e-Policiing ini merupakan model pemolisian diera digital yang
berupaya menerobos sekat-sekat ruang dan waktu sehingga pelayanan
kepolisian dapat terselenggara dengan cepat, tepat, akurat, transparan,
akuntabel informatif dan mudah diakses.

E-Policing bisa menjadi strategi inisiatif anti korupsi, reformasi
birokrasi creative break through.

Dikatakan sebagai inisiatif antikorupsi karena memanimalisir bertemunya
person to person dalam pelayanan-pelayan kepolisian dibidang administrasi
karena sudah dapat digantikan secara on line melalui e-banking, atau
melalui eri (electronic regident) dan sebagai reformasi birokrasi karena
dapat menerobos sekat-sekat birokrasi yang rumit mampu menembus ruang dan
waktu.

Misalnya, tentang pelayanan informasi dan komunikasi melalui internet, dan
hubungan tata cara kerja dalam birokrasi dapat diselenggarakan secara
langsung dengan SMK (Standar Manajemen Kinerja) yang dibuat melalui
intranet, sehingga menjadi less paper dan sebagainya.

Dikatakan sebagai bagian creative break through, melalui e-Policing banyak
program dan berbagai inovasi tambah kreasi dalam pemolisian yang dapat
dikembangkan masanya pada sistem-sistem pelayanan SIM, Samsat , atau juga
dalam TMC baik melalui media eektronik, cetak maupun media sosial bahkan
secara langsung sekaligus.

E-P olicing bukan berarti menghapus cara-cara manual yang masih efektif
dan efisien dalam menjalin kedekatan ditambah persahabatan antara Polisi
dengan masyarakat yang dillayaninya.

E-Policing akan menyempurnakan dan meningkatkan, sehingga polisi
benar-benar menjadi sosok yang profesional, cerdas, bermoral dan modern
sebagai penjaga kehidupan, pembangunan peradaban sekaligus pejuang
kemanuasiaan.

E-Poolicing dapat dipahami sebagai penyelenggaraan tugas kepolisian
berbasis elektronik, yang berarti membangun sistem-sistem yang terpadu,
terintegrasi, sistematis dan saling mendukung. Ada harmonisasi antar
fungsi atau bagian dalam mewujudkan tugas kepolisian sebagai pemelihara
keamanan dan rasa aman dalam masyarakat.

Pemolisian tersebut dapat dikatakan memenuhi standar pelayanan prima, yang
berarti cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatf dan mudah
diakses.

Pelayanan prima dapat diwujudkan melalui dukungan SDM yang berkarakter,
pemimpin-pemimpin yang transformatif, sistem-sistem yang berbasis IT, dan
melalui program-program unggulan dalam memberikan pelayanan, perlindungan,
pengayoman bahkan sampai dengan penegakkan hukumnya.

Pembahasan e-Policing dapat dikategorikan dalam konteks : 1. Kepemimpinan,
2. Admnistrasi, 3. Operasional, 4. Capacity building (pembangunan
capacitas bagi institusi).

Unsur-unsur pendukung dalam membangun e-Policing adalah sebagai berikut:

1. Komitmen moral

2. Kepemimpinan yang transformatif

3. Infrastruktur (hard ware + soft ware ) sebagai pusat data, informasi,
komunikasi, kontrol, koordinasi, komando dan pengendalian.

4. Jaringan untuk komunikasi, koordinasi, komando pengendalian dan
informasi (K3I) melalui IT dan untuk kontrol situasi.

5. Petugas-petugas polisi berkarakter (mempunyai kompetensi, komitmen dan
unggulan) untuk mengawali berbasis wilayah, menangani kepentingan dan
dampak masalah.

6. Program-program unggulan untuk dioperasionalkan baik yang bersifat
rutin, khusus maupun kontijensi, (tingkat manajemen maupun
operasionalnya).

7. Tim transformasi sebagai tim kendalli mutu, tim back-up yang menampung
ide-ide dari bawah (bottom up) untuk dijadikan kebijakan maupun penjabaran
kebijakan-kebijakan dari atas (top down). Tim ini sebagai dirigen untuk
terwujudnya harmonisasi dalam dan diluar birokrasi. Dan melakukan
montoring dan evaluasi atas program-program yang diimplementasikan maupun
menghasikan program-program baru.

8. Selalu ada produk-produk kreatif sebagai wujud dari  pengembangan untuk
update, upgrade dan mengantisipasidinamika perubahan sosial yang begitu
cepat.

Antara Harapan dan Ancaman

Diera digital e-Policing merupakan kebutuhan bagi institusi kepolisian
untuk dapat terus hidup tumbuh dan berkembang dalam memberikan pelayanan
prima kepada masyarakat yang modern dan demokratis dalam rangka mewujudkan
serta memelihara keteraturan sosial.

Penerapan ilmu pengetahuan, teknologi akan menjadi tools bagi pemolisian
yang mendasari perubahan paradigma niilai-nilai hakiki bagi polisi dan
pemolisianya.

Dengan membangun sistem akan menjadi suatu harapan bagi masyarakat untuk
mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, akurat, transparan dan akuntable,
informatif serta mudah dakses.

Ide-ide kreatif bagi para petugas polisi-pun dapat disalurkan tanpa
terhambat/terbentur dari sistem-sistem brokrasi yang feodal dan
konvensional.

Sistem-sistem dengan IT akan menunjukan adanya kemauan dan kerelaan para
pejabat dan pemimpinnya untuk kehilangan previlagenya dan dengan suara
lantang berani mengatakan sebagai inisiatif antikorupsi, reformasi
birokrasi sekaligus cretaive breakthrough.

Namun, hal-hal baru, ide-ide baru akan juga berbenturan dengan
kelompok-kelompok status quo, kelompok-kelompok comfot zone. Mereka yang
sudah menikmati dan mengakar bertahun tahun akan merasa
tentakel-tentakelnya dipatahkan atau kran-krannya mulai mengecil.

Kelompok-kelompok inilah sebenarnya penganut premanisme birokrasi yang
sudah terbelenggu otak dan pemikiranya bahkan mati sudah hati nuraninya.
Mereka bukanlah batu kerikil, melainkan sang naga yang sangat sakti
karena memilih kekuasaan besar, pangkat tinggi, jabatan strategis,
kewenangan luas, uang berlimpah, jejaring disemua lini, media, massa
pendukung cantrik-cantrik yang semua dimilikinya secara berlimpah.
Jangankan melawan, menggosipkan sang nanga dan kelompoknyapun bisa mati
atau dimatikan hidup dan kehidupanya.

E-Policing akan menjadi awal kematian sang naga, sang naga ini hanya
ibarat lampu yang butuh power tatkala power ini tercabut atau disekat oleh
e-Policing. Maka akan mulai berkerut dan keringlang sang naga itu.

Namun, tak mudah menghadapi naga yang sekarat, pasti dia akan ngawur
menggelepar-gelepar dimana dia mau dan dia bisa untuk mencari korban atau
melampiaskan kemarahan dendam dan sakit hatinya.O Kombes Pol DR Chrysnanda
Dwi Laksana
Berita Lainnya
Sabtu, 04 April 2026
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026