Beritabatavia.com -
Tudingan bahwa Polri belum sepenuhnya menjadi pelayan dan pengayom serta pelindung masyarakat cukup beralasan. Tidak hanya itu, sebutan Polisi tidur saja bikin susah yang merupakan ungkapan kekesalan masyarakat terhadap polisi hingga kini masih relevan. Khususnya bagi jajaran Polda Metro Jaya yang sedang menggelar acara bertajuk farewell terkait pisah sambut pergantian Kapolda Metro Jaya dari Irjen Dwi Priyatno kepada Irjen Unggung Cahyono, Jumat (5/9).
Kegiatan yang digelar Polda Metro Jaya dituding telah menimbulkan kemacetan dan menghambat pelayanan di Samsat Polda Metro Jaya. Sehingga merugikan masyarakat ibukota yang sedang melintas di jalan Gatot Subroto dan jalan Sudirman akibat kemacetan disekitar wilayah tersebut. Kekesalan juga diungkapkan sejumlah warga ibukota yang akan mengurus surat kendaraan dan membayar pajak kendaraan ke Samsat Polda Metro Jaya.
Sejumlah warga mengaku terpaksa memarkirkan kendaraan di ruas jalan Gatot Subroto agar bisa masuk ke kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraannya. Sebab, petugas sudah menutup pintu masuk ke Polda Metro Jaya sejak pagi hingga sore. Sementara hingga pukul 14 pelaksanaan kegiatan belum juga dimulai.
Sebelumnya, setiap hari kerja, ratusan mobil dan motor milik petugas dan warga yang sedang berurusan ke Samsat biasanya di parkir di halaman parkir Direktorat Lalu Lintas. Namun, sepanjang Jumat (5/9) bersamaan dengan pelaksanaan pisah sambut Kapolda Metro Jaya, lahan parkir ditutup. Sehingga ratusan kendaraan diparkir dibahu Jalan Gatot Subroto yang menuju Jalan Sudirman. Akibatnya kemacetan tak dapat dihindari. Anehnya, pihak Polda Metro Jaya seakan tidak perduli dampak dari acara pisah sambut tersebut.
Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan, mengatakan, sebaiknya kegiatan yang digelar Polda Metro Jaya tidak merugikan masyarakat. Apalagi acara pisah sambut hanya untuk kepentingan internal bukan bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggungjawab polri sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat serta penegakan hukum. Sebaiknya polisi harus mewujudkan rasa aman dan nyaman masyarakat , bukan justru menimbulkan ketidak nyamanan, kata Edison.
ITW meminta Kapolri Jenderal Sutarman melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan seremonial seperti pisah sambut Kapolda atau pimpinan Polri lainnya. Setiap kegiatan Polri seharusnya dilaksanakan secara efisien dan efektif serta tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. O ato