Beritabatavia.com -
Puluhan orangtua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) 12 Rawamangun, menggelar unjukrasa di depan Kantor Seksi Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kecamatan Pulogadung di Jalan Kakap Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (29/7). Mereka menuntut Kepala Seksi Dikdas Kecamatan Pulogadung, Drs Usman mundur dari jabatannya, karena melakukan intimidasi dan teror terhadap siswa dan orangtua murid. Selain itu, Drs Usman juga ditengarai melakukan tindak pidana korupsi, sehingga harus dipecat.
Pak Usman kerap mengeluarkan berbagai ancaman terhadap orangtua murid yang kritis terhadap pihak sekolah. Ancaman itu berupa adanya instruski untuk mengeluarkan siswa dan melarang mereka mengikuti ujian semester. Tindakan ini tidak patut dilakukan seorang Kepala Seksi dan tidak ada tindakan yang tepat, kecuali memecat yang bersangkutan , ujar seorang orator yang disambut teriakan pengunjuk rasa.
Ancaman lain yang dilontarkan Kasie Dikdas Kecamatan Pulogadung, menurut para pengunjuk rasa adalah dengan mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta agar mengusir beberapa wali murid sebagai warga Jakarta. Dalam surat bernomor 299/073.526.5 tersebut, Drs Usman menuding Dr Okky Sofyan, Tayasman Kaka cs melakukan pengacauan terhadap SDN RSBI Rawamangun12 selama tujuh tahun.
Pak Usman tidak punya moral. Sebagai kepala seksie, dia harus bisa merespons setiap masukan atau kritis dari orangtua murid, dan bukan malah mengeluarkan ancaman, tuturnya.
Pengunjuk rasa tiba di Kantor Seksie Dikdas, sekitar pukul 11.00. Mereka membawa berbagai macam spanduk seperti, Pendidikan Gratis Untuk Rakyat, Tangkap dan Adili Koruptor di Sekolah, Orangtua Miurid Lapor Korupsi di SDN RSBI 12 Pagi Rawamangun, Pendidikan Gratis, Artinya Tanpa Ada Pungli dengan dalih apapun, dan Rakyat Cerdas, Negara Maju. Hingga kini, unjukrasa yang dikawal petugas Polsek Metro Pulogadung masih berlangsung. O nor