Beritabatavia.com -
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik optimistis pariwisata di Maluku akan bangkit pasca pelaksanaan Sail Banda 2010 di Maluku. Dia bahkan menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Maluku bisa mencapai 100 ribu turis per tahun setelah Sail Banda.
Hal ini disampaikan Jero Wacik seusai membuka Seminar Nasional bertajuk Perairan Maluku sebagai Jalur Pelayaran dan Perdagangan Internasional Masa Lampau dan Kini di Bai leo Oikumene, Ambon, Maluku, Senin (2/8).
Menteri menyebutkan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan asing ke Maluku sekitar 5.000 orang setiap tahun. Jumlah ini masih kecil dibandingkan total wisatawan yang datang ke Indonesia yang jumlahnya 7 juta orang.
Namun setelah Sail Banda, dia yakin target 100.000 wisatawan asing per tahun ke Maluku bisa tercapai. Sail Banda merupakan cara untuk memperbaiki citra Maluku ke dunia. Maluku dipromosikan sebagai tempat yang aman bagi turis. Dengan diperbaikinya citra ini, pariwisata Maluku akan bangkit seperti sebelum kerusuhan, ujarnya.
Data dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku menyebutkan, sebelum kerusuhan terjadi tahun 1999 di Maluku, jumlah wisatawan bisa mencapai angka 14.500 setiap tahun. Pasca kerusuhan, jumlah wisatawan hanya berkisar antara 4.000 sampai 5.000 turis.
Menteri yakin peningkatan jumlah wisatawan pasca Sail Banda juga akan dibarengi masuknya investor untuk membangun fasilitas-fasilitas penunjang bagi wisatawan, seperti hotel dan moda transportasi ke obyek wisata.
Pemulihan citra Maluku melalui Sail Banda akan menjadi perangsang bagi pengusaha untuk membangun fasilitas penunjang yang dibutuhkan bagi turis, tambahnya. O ant/brn