Beritabatavia.com -
Ujicoba pembatasan sepeda motor pada jam sibuk di jalan protokol akan segera dilaksanakan. Menurut rencana, ujicoba tersebut akan mulai dilakukan usai Lebaran nanti. Demikian disampaikan Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono kepada wartawan, Jumat (6/8). Menurut Condro, rute pertama yang diuji coba adalah Blok M-Kota, sesuai dengan koridor I bus Transjakarta.
Jalur ini dipilih karena angkutan umunya sudah memadai seperti bus Transjakarta. Pembatasan tidak sembarangan dilakukan, semuanya harus dilakukan dengan kajian yang benar-benar tepat, kata Condro.
Condor menjelaskan, pihaknya tetap memberikan catatan, harus ada alternatif terhadap para pengguna roda dua. Salah satunya adalah meminta Pemprov DKI untuk membangun Parking and Ride, pada jalur yang akan diberlakukan pembatasan jumlah motor. Sehingga pengendara motor bisa parkir dan menggunakan transportasi massal, tuturnya.
Selain itu, pemerintah DKI juga harus segera merealisasikan pembangunan transportasi massal yang maksimal seperti busway, MRT, dan subway. Seperti diketahui, jumlah kendaraan roda dua dianggap sebagai biang kemacetan. Setiap hari, penmabahan sepeda motor mencapai 900 unit. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya sendiri, saat ini terdapat 8 juta unit, sedangkan mobil sebanyak 3-4 juta unit.
Jadi kalau ada yang bilang nanti kami naik apa, tenang saja karena semuanya sudah dipikirkan, kata Condro.
Selain itu, baik Polda Metro Jaya maupun Pemprov DKI Jakarta juga akan memperbanyak lahan-lahan kosong yang nantinya bisa digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor sebelum akhirnya masyarakat menggunakan angkutan umum. Pasalnya, jika memang ada pembatasan, maka para pengendara sepeda motor tidak lagi perlu khawatir karena bisa menitipkan kendaraannya di tempat-tempat penitipan resmi. o nor