Beritabatavia.com -
Menjelang bulan puasa, banyak aksi kejahatan muncul dengan berbagai modus. Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih menjadi sasaran empuk pelaku lejahatan. Bukan hanya kepada brankas uang di dalamnya, melainkan pengunjung atau nasabah yang melakukan transaksi di ATM pun tidak luput menjadi korban. Salah satu modus yang kerap digunakan dengan sasaran nasabah ini adalah dengan menempel stiker call center bank palsu di mesin ATM.
Untuk memuluskan modus ini, pelaku mengganjal mulut mesin ATM menggunakan batang korek api. Tujuannya agar seolah-olah kartu ATM milik nasabah tertelan dalam mesin dan tidak bisa dikeluarkan. Di sinilah kesempatan para pelaku beraksi. Nasabah yang panik menjadi sasaran empuk. Tanpa mereka sadari, nomor call center bak palsu yang ditempel di dinding menjadi tujuan utama untuk dihubungi.
Nasabah tidak sadar jika nomor yang dihubungi adalah milik pelaku kejahatan. Saat perbincangan dalam telepon, dengan ramah pelaku meminta nomor rekening korban agar kartu tersebut diblokir. Tanpa pikir panjang karena meyakini orang tersebut adalah pegawai bank sungguhan, korban pun memberikannya.
Setelah korban meninggalkan ATM, pelaku muncul dan mengambil kartu ATM tadi. Bermodal nomor rekening dari korban, pelaku dengan mudah menguras isi tabungan nasabah.
Kasus ini sempat marak di Ibukota beberapa waktu lalu. Meski demikian, potensi akan kembali munculnya kejahatan modus ini selalu ada, terlebih menjelang pelaksanaan ibadah puasa. Jika mengelami kejadian seperti di atas, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengimbau masyarakat agar tidak panik.
Jangan panik. Usahakan agar tidakmenghubungi nomor call center yang tertera di striker ATM. Tidak menutup kemungkinan nomor tersebut adalah palsu yang dipasang pelaku kejahatan. Sebaiknya menghubungi nomor call center yang ada pada buku tabungan, imbau Boy.