Minggu, 17 Januari 2016 11:41:05

Polisi Meralat, Sugito Ternyata Bukan Pelaku Bom Sarinah

Polisi Meralat, Sugito Ternyata Bukan Pelaku Bom Sarinah

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Meralat, Sugito Ternyata Bukan Pelaku Bom Sarinah

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya meralat salah satu korban tewas akibat peristiwa teror bom di Jakarta empat hari lalu bukan termasuk ...

   Polisi Meralat, Sugito Ternyata Bukan Pelaku Bom Sarinah Ist.
Beritabatavia.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya meralat salah satu korban tewas akibat peristiwa teror bom di Jakarta empat hari lalu bukan termasuk jaringan teroris. Pria yang teridentifikasi bernama Sugito ternyata hanya warga biasa, yang saat kejadian berjalan dekat dengan salah seorang pelaku bom bunuh diri.

Data dikumpulkan anggota kepolisian memperkuat fakta bahwa Sugito bukanlah salah satu teroris yang melakukan pemboman kemarin. Kami tegaskan Sugito adalah warga biasa, itu kami dapatkan dari data dan keterangan orang tua yang bersangkutan, kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar M. Iqbal di kawasan Sarinah, Ahad (17/1).

Polisi sebelumnya menuding Sugito warga Karawang merupakan salah satu komplotan teroris lantaran dari rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian memperlihatkan bahwa Sugito berjalan beriringan dengan pelaku D sesaat sebelum bom meledak di pos polisi Sarinah.

Tak hanya itu, dugaan sebelumnya muncul lantaran nama Sugito sama dengan orang yang menjadi incaran polisi dan diduga termasuk dalam sebuah jaringan teroris. Setelah polisi mengumpulkan data, dapat dipastikan bahwa Sugito hanya warga sipil biasa.

Sebelumnya Iqbal menyatakan ada empat jenazah yang dipastikan sebagai pelaku teror di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1). Hal tersebut berdasarkan hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) yang didukung oleh basis data yang dimiliki Kepolisian.

Muhammad Ali yang lahir pada 1976 dan Afif alias Sunakin diduga pelaku, tapi tanggal lahirnya belum ada diduga pelaku ditemukan di halaman Starbucks, ujar Iqbal dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/1).

Iqbal menyampaikan dua nama lain yang diduga pelaku adalah Dian Joni Kurniadi kelahiran 1990 yang ditemukan tewas di Pos Polisi Lalu Lintas Sarinah dan Ahmad Muhazan Bin Saron kelahiran 1990 yang ditemukan di dalam Starbucks Cafe.

Korban bertambah

Iqbal menambahkan korban peledakan bom Sarinah bertambah satu orang lagi yang meninggal dunia, atas nama Rais Karna
dinyatakan meninggal pada Sabtu (16/1) malam di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Rais merupakan karyawan Bank Bangkok berusia 37 tahun itu sempat mengalami koma selama dua hari akibat luka tembak di bagian kepala pada saat peristiwa serangan terjadi pada Kamis lalu. Saat ini jenazah Rais sudah diserahkan kepada keluarga. Rencananya korban akan dimakamkan di Bojonggede, Bogor. Artinya sekarang ada 8 orang yang tewas, pungkasnya.

Rais warga Kampung Plered RT 03 RW 12, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, itu meninggal sekitar pukul 21.21 WIB, Sabtu (16/1).  korban meninggal dunia karena mengalami luka yang sangat serius di bagian kepala akibat terkena tembakan, sehingga mengakibatkan batang otak tak berfungsi. Korban mengalami luka tembak di kepala pelipis sebelah kiri, ungkapnya.

Sementara itu, jenazah Rico Hermawan, korban meninggal di Pos Polisi, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sudah dibawa pulang keluarga dari Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Rencananya korban akan dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi, kronologi tewasnya korban bermula ketika Rico bersama korban Anggun Kartika Sari berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor Honda Supra B 4404 TEJ, bermaksud mengantar Anggun melamar kerja.

Di sekitar lokasi, korban dihentikan anggota Polantas karena diduga melakukan pelanggaran. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Rico tidak memiliki SIM sehingga diminta minggir ke Pos Polisi Lalu Lintas, Jalan MH Thamrin. Pada saat Rico dan Anggun berada di Pos Polisi, terjadi ledakan. Rico meninggal dunia, sementara Anggun mengalami luka.

Dari rekaman CCTV, ada warga yang bersama-sama kami (polisi) berada di pos yang kemungkinan ada di sana karena melanggar lalin, tandasnya. o end


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019