Senin, 22 Februari 2016 18:46:20

Tanah Dicaplok RCTI, Warga Kebon Jeruk Ngadu ke Polda Metro Jaya

Tanah Dicaplok RCTI, Warga Kebon Jeruk Ngadu ke Polda Metro Jaya

Beritabatavia.com - Berita tentang Tanah Dicaplok RCTI, Warga Kebon Jeruk Ngadu ke Polda Metro Jaya

Warga Kampung Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menggeruduk Polda Metro Jaya, Senin (22/2/2016). Kedatangan massa yang berjumlah puluhan ...

 Tanah Dicaplok RCTI, Warga Kebon Jeruk Ngadu ke Polda Metro Jaya Ist.
Beritabatavia.com -
Warga Kampung Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menggeruduk Polda Metro Jaya, Senin (22/2/2016). Kedatangan massa yang berjumlah puluhan orang itu untuk mendesak penuntasan kasus dugaan penggelapan surat girik milik warga yang melibatkan pemilik sejumlah televisi swasta nasional.

Melalui kuasa hukumnya, Umar Tausikal, kasus itu sendiri sudah bergulir sejak tahun 2007. Namun saat dikonfirmasi, pihak penyidik setempat mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut yang tertuang dalam laporan polisi No 1641/K/IV/2007 SPK Unit III tertanggal 18 April 2007. Kami tanyakan pada penyidik Pak Yusri dan tanya (kasus ini). Dia belum bisa jelaskan apa-apa. Belum tahu berkasnya lebih lanjut, kata Umar.

Bahkan, untuk mendampingi warga kepolisian mengarahkan mereka ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Untuk membantu dalam pengungkapan kasus itu. Ada permintaan dari Polda Metro Jaya untuk ke Pengadilan Jakarta Barat melakukan penggeledahan dan penyitaan di RCTI, ujar Umar.

Pihaknya juga melaporkan salah satu bank milik BUMN. Menurutnya, laporan tersebut karena bank tersebut ikut menahan girik milik warga. Kami juga melaporkan Bank Mandiri, karena ada penahanan beberapa girik warga yang masih ada sampai sekarang di Bank Mandiri Pusat, jelasnya.

Umar menuturkan, kasus bermula saat berlangsung penggusuran dari salah satu stasiun televisi swasta. Warga menyetujui lantaran stasiun TV berjanji akan mengganti rugi penggusuran tersebut.Tetapihanya mengganti sebagian girik milik warga. Masih ada 25 pemilik tanah yang belum diganti, kata dia.

Saali bin Kosim, 60, salah seorang warga menyayangi sikap bos televisi tersebut. Karena permasalahan ada yang dibayar, kami hanya dijanjikan doang. Kami mohon untuk bapak memberikan dan menyelesaikan hak kami yang belum selesai, kata Kosim.  o pko

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019