Beritabatavia.com -
Macet, semrawut, penuh sesak. Itulah gambaran yang terlihat disepanjang Jalan Tanah Pasir (Tapas) dan Jalan Tanah Merah (Tamer), Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (5/2) malam.
Kondisi itu dipicu jumlah kendaraan yang tidak sesuai dengan ruas jalan, ditambah lagi dengan keberadaan lapak para pedagang yang menjajakan dagangannya disepanjang bahu jalan. Seperti pedagang handphone diujung Jalan Tanah Merah, pakaian, makanan, dan minuman.Serta keberadaan loket bus dan kendaraan bus tujuan daerah Jawa Barat, Jawa Tengah,dan Jawa Timur yang setiap harinya mangkal didepan sekolahan PSKD III bak di terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP).Sehingga kerap menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan. Apalagi di saat malam Minggu seperti ini, banyak kendaraan yang melintas guna keperluan berbelanja atau sekadar jalan-jalan.
Jangankan bawa motor, berjalan kaki pun susah, keluh Ucuf saat sedang berjalan bersama anaknya.
Dia mengatakan,Jalan Tanah Pasir dan Jalan Tanah Merah dengan lebar hanya sekitar 6 meter itu, tetapi setiap harinya dilalui ratusan kendaraan berbagai jenis seperti sepeda motor, bajaj, becak, kendaraan roda empat, bahkan kendaraan bus dan truk.
Bagaimana tidak macet dan semrawut. Banyaknya jumlah kendaraan yang melintasi
jalanan ini tidak sesuai dengan lebarnya jalan, ujarnya. Dia berharap,Pemprov DKI segera memperlebar jalan disepanjang Jalan Tanah Pasir, Jalan Tanah Merah.
Jangan hanya sekedar wacana saja dong. Dari dulu sampai sekarang rencana akan memperlebar jalan dan mau bikin dua jalur di jalan sini cuma omong doang, ketusnya.
Keberadaan Jalan Tanah Pasir dan Jalan Merah memang menjadi tempat warga sekitar Kelurahan Penjaringan untuk berbelanja segala keperluan. Karena disepanjang jalanan itu terdapat berbagai penjual makanan, minuman, pakaian, barang-barang elektronik, dan lainnya. O Dar