Selasa, 22 Maret 2016 14:44:58

IPW Sayangkan Polisi Tak Mampu Atasi Anarkis Sopir Taksi

IPW Sayangkan Polisi Tak Mampu Atasi Anarkis Sopir Taksi

Beritabatavia.com - Berita tentang IPW Sayangkan Polisi Tak Mampu Atasi Anarkis Sopir Taksi

Ratusan supir taxi dari berbagai perusahaan taksi di Jakarta melakukan aksi demo. Bukan hanya menyampaikan keluhannya, namun bertindak anarkis. Para ...

 IPW Sayangkan Polisi Tak Mampu Atasi Anarkis Sopir Taksi Ist.
Beritabatavia.com - Ratusan supir taxi dari berbagai perusahaan taksi di Jakarta melakukan aksi demo. Bukan hanya menyampaikan keluhannya, namun bertindak anarkis. Para sopir taksi berbaju biru dengan logo bangau terbang membekar ban bekas dengan memblokade jalan tol dalam kota di jalan gatot subroto, kawasan gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Aksi anarkis lainnya, dengan menurunkan penumpang secara paksa, malah ada dua wisatawan asing dari Jerman yang baru turun di Bandara menuju kawasan Jakarta Pusat diturunkan paksa di kawasan Medan Merdeka Barat. Malah ada pengunjuk rasa merusak taksi lainnya yang kedapatan membawa penumpang. Taksi yang beroperasi dirusak dan dilempari batu untuk dipaksa ikut aksi turun ke jalan. Terlihat spion kiri patah dan retak kaca mobil.
 
Anarkis lainnya, memukuli pengemudi Go-Jek yang membawa penumpang. Sopir Go-jek dikeroyok ramai-ramai di depan Jalan Asia Afrika depan TVRI. Motornya dirusak, penumpang dipaksa turun dan pengemudianya dikeroyok ramai-ramai. Pengemudi Go_jek yang berusaha menolong, malah dikejar ramai-ramai oleh sopor taksi bahkan sopir bajaj. Akibat pengemudi Go Jek lari tunggang langgang dengan memotong jalan raya.

Indonesia Police Watch (IPW) sangat menyayangkan pemerintah dan aparat kepolisian tidak mampu mengendalikan situasi ibukota Jakarta sepanjang hari Selasa (22/3) terkait aksi demo para pengemudi taksi dan angkutan kota. Akibatnya, di beberapa tempat terjadi bentrokan massa dan kemacetan parah yang membuat ibukota Jakarta lumpuh total sepanjang hari

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, penanganan aksi demo sopir taksi dan pengemudi angkutan umum di Jakarta tidak sesuai SOP Polri. Bandingkan saat Polri menghadapi aksi demo mahasiswa, di mana aparat kepolisian membawa peralatan super lengkap, mulai dari pasukan antihuru hara, pasukan gas air mata, hingga water cannon. Sehingga polisi gampang menghalau aksi bentrokan yang dilakukkan massa demonstran dari mahasiswa, kata Ketua IPW Neta S Pane, Selasa (22/4).

Menurut Neta, ironis sekali dalam pengamanan aksi demo hari ini tidak terlihat perlengkapan polisi sebagaimana yang dibawa saat menghadapi aksi demo mahasiswa. Ia mengatakan, dalam pengamanan aksi demo hari ini, sama sekali tidak terlihat adanya pasukan antihuru hara, pasukan gas air mata, maupun water canon. Padahal, aksi demo sopir taksi  dan pengemudi angkutan kota ini diwarnai berbagai bentrokan dan aksi anarkis, aksi pemblokiran jalan, serta aksi sweeping.

Neta menjelaskan, dalam aksi demo hari ini terjadi bentrokan antara demonstran dan sejumlah pengemudi ojek atau massa lainnya di berbagai tempat. Akibatnya, di beberapa tempat polisi seperti tidak berdaya menghadapi bentrokan ini, meski polisi terpaksa melepaskan sejumlah tembakan ke udara.

Karena itu, IPW berharap, cara-cara mengatasi aksi demo seperti Selasa siang ini perlu dievaluasi. Ditegaskan, Polri harus patuh dengan SOP-nya dalam mengatasi aksi demo massa. Ini perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aksi anarkis yang membuat orang lain luka atau harta benda orang lain dirusak massa.

Neta menuturkan, aksi demo tentunya tidak dilarang, sepanjang tidak anarkis atau merusak harta benda orang lain. Untuk itulah aparat kepolisian perlu hadir sesuai SOP agar situasi tetap bisa terkendali. o end



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019