Sabtu, 26 Maret 2016 13:52:48

Setahun Kematian Akseyna, UI: Polisi Tak Konsisten

Setahun Kematian Akseyna, UI: Polisi Tak Konsisten

Beritabatavia.com - Berita tentang Setahun Kematian Akseyna, UI: Polisi Tak Konsisten

Setahun, tepatnya 26 Maret 2015, Akseyna Ahad Dori alias Akseyna (18) ditemukan tak bernyawa, mengambang di Danau Kenanga, Universitas Indonesia, ...

 Setahun Kematian Akseyna, UI: Polisi Tak Konsisten Ist.
Beritabatavia.com - Setahun, tepatnya 26 Maret 2015, Akseyna Ahad Dori alias Akseyna (18) ditemukan tak bernyawa, mengambang di Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Akseyna ditemukan pertama kali oleh mahasiswa bernama Fauzi, yang curiga dengan penampakan tangan mengambang di pinggir danau. Akseyna menggendong ransel berisi batu seberat 14 kilogram.

Awalnya, pihak kepolisian menduga Akseyna bunuh diri setelah ditemukan surat berisi pesan terakhir yang intinya dia akan pergi jauh. Hasil autopsi menemukan adanya luka lebam pada jenazah Akseyna. Lagi-lagi polisi menduga itu akibat pembuluh darah yang berhenti ketika seseorang meninggal. Tidak bisa dipastikan karena ulah orang lain.

Beberapa bulan setelah kematian Akseyna, Polda Metro Jaya turun tangan dan mengambil alih kasus tersebut. Polda memulai dari awal, termasuk pemeriksaan ulang sakis-saksi. Meski awalnya tidak ingin menyebut ada kejanggalan, kenyataannya memang ditemukan hal ganjil dari kematian Akseyna.

Pertama, analisa tulisan tangan pada surat terakhir Akseyna yang menurut Grafolog atau ahli analisa tulisan tangan, Deborah Dewi. Terdapat kejanggalan. Disebutkan bahwa surat itu ditulis dua orang. Pertama, Akseyna dan kedua masih diselidiki polisi.

Kedua, hasil autopsi ulang dilakukan tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyebutkan, Akseyna mengalami tindak kekerasan sebelum meninggal. Terdapat luka lebam di bagian telinga, bibir dan kepala, bekas penganiayaan.

Temuan lain dari tim dokter RS Kramat Jati, Akseyna belum meninggal saat tenggelam di danau. Analisa itu diperoleh setelah didapati pasir dan air pada tubuh korban. Artinya, korban masih bernafas saat tenggelam di danau. Selain itu, sepatu di bagian alas, tumit robek di kanan dan kiri. Hasil analisa kepolisian, tubuh Akseyna sempat diseret pelaku.

Universitas Indonesia (UI) menganggap polisi tidak konsisten dalam mengusut kematian mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI, Akseyna Ahad Dori. Padahal penyelidikan sudah berjalan setahun dan kasus itu tetap menjadi misteri.

Ketua Departemen MIPA UI Yasman mengatakan, sebelumnya  polisi berjanji untuk menuntaskan penyelidikan kematian Akseyna. Bahkan kasus ini dijadikan prioritas untuk diungkap tahun ini. Di akhir tahun kemarin kasusnya menjadi PR. Di awal tahun katanya menjadi prioritas. Tapi hasilnya mana, kata Yasman seperti dikutip laman Tempo, Sabtu (26/03).

Selama ini warga Universitas Indonesia selalu merespon positif setiap langkah yang diambil kepolisian. Karena itu mereka meminta kasus ini dituntaskan agar tidak menimbulkan spekulasi dan fitnah.

Dalam proses penyelidikan, kematian Akseyna pernah dikaitkan dengan teman dekatnya, yaitu Akhmad Jibril Jamaludin. Jibril berkali-kali dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Bahkan, belakangan Jibril juga dikejar-kejar oleh wartawan sehingga dia tidak bisa menjalani kehidupan secara normal.

Saat tuduhan kepada Jibril mulai reda, muncul isu Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender.  Diduga kematian Akseyna berkaitan dengan kelompok LGBT itu.

Tudingan miring juga pernah di arahkan kepada Edi Sukardi, penjaga kos tempat Akseyna tinggal. Sebenanrnya kasus ini motifnya apa? Bapak kos dituduh sampai menantang sumpah pocong, kata Yasman.

Untuk itu Yasman berharap polisi segara menuntaskan kasus ini agar tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban spekulasi dan fitnah. o tot




Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019