Minggu, 15 Agustus 2010 21:53:11

Jalan Layang Antasari dan Dr Satrio Harus Tahan Gempa

Jalan Layang Antasari dan Dr Satrio Harus Tahan Gempa

Beritabatavia.com - Berita tentang Jalan Layang Antasari dan Dr Satrio Harus Tahan Gempa

Pembangunan jalan layang Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang (Jalan Layang Dr Satrio) didesain agar tahan gempa, seandainya hal itu ...

Jalan Layang Antasari dan Dr Satrio Harus Tahan Gempa Ist.
Beritabatavia.com - Pembangunan jalan layang Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang (Jalan Layang Dr Satrio) didesain agar tahan gempa, seandainya hal itu terjadi di Jakarta. Saat ini tengah dalam tahap redesain (rancangan ulang) namun Pemprov DKI Jakarta menegaskan, pembangunan dua jalan layang itu tetap akan berjalan sesuai jadwal semula. Diharapkan, redesain akan rampung setelah lebaran nanti. Selanjutnya pembangunan fisik dapat dimulai tahun ini dan diharapkan rampung pada 2012 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Ery Basworo, mengatakan, setelah pemerintah pusat menetapkan koefisien gempa yang baru di Indonesia, maka Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo meminta, pembangunan kedua jalan layang itu harus menyesuaikan dengan koefisien gempa yang baru. Karena banyak terjadi gempa, maka koefisien gempa dinaikkan pemerintah pusat. Tidak hanya Indonesia yang mengubahnya, tetapi seluruh dunia juga menaikkan koefisien gempanya, ujar Ery Basworo, Minggu (15/8).
Diungkapkan Ery, ada permintaan dari Gubernur DKI Jakarta untuk menaikkan ketinggian jalan layang menjadi 10 meter di atas jalan lokal, dari sebelumnya hanya 6-7 meter. Karena kedua jalan layang tersebut akan melewati dua simpang sebidang. Bahkan ketika harus melewati fly over Sudirman dan underpass Kuningan, jalan layang harus dinaikkan kembali hingga setinggi 18 meter.
Nah bayangkan kalau terjadi gempa. Jalan layang itu bisa bergoyang seperti bandul dan bisa saja patah. Gubernur tidak ingin kejadian di Kobe, Jepang terjadi disini. Jadi beliau minta pembangunan jalan layang harus menyesuaikan dengan peraturan gempa yang baru, jelas Ery.
Dengan perubahan desain,anggaran pembangunan kedua jalan layang akan meningkat. Namun Ery belum bisa memastikan berapa penambahan anggarannya. Sebelumnya Pemprov DKI mengalokasikan dana sekitar Rp 2 triliun untuk pembangunan dua jalan layang di ruas Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang, masing-masing sebesar Rp 1,2 triliun untuk ruas Antasari-Blok M dan Rp 800 miliar untuk ruas Kampung Melayu-Tanah abang.
Tahun ini, diharapkan pembangunan tahap pertama sepanjang masing-masing 5,5 kilometer untuk ruas Antasari-Blok M dengan rute Pasar Cipete-Lapangan PTIK Blok M bisa segera dimulai. Selanjutnya, sepanjang 3,5 kilometer untuk Kampung Melayu-Tanah Abang dengan rute Casablanca-Jl. KH Mas Mansyur. O bjc/brn



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026