Rabu, 15 Juni 2016

Jessica Diadili, Dijaga Puluhan Polisi

Ist.
Beritabatavia.com - Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) yang bergulir sejak Januari 2016, akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/06/2016). Puluhan personel kepolisian dari Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Metro Jaya juga diturunkan ke lokasi guna menjaga jalannya sidang Jessica hari ini.

"Ini dari Sabhara Polda, benar untuk jaga sidang Jessica. Kira-kira ada sekitar 1 pleton (30 orang). Nanti mungkin datang lagi dari Satuan Brimob dan Sabhara juga jadi 1 kompi," ujar seorang anggota Sabhara Polda Metro Jaya Agusto.

Salah satu kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto mengatakan, sidang akan dimulai pada pukul 11.00 WIB. "Jam 11.00 WIB. Saya tidak mau diwawancara dulu," ujarnya di PN Jakarta Pusat.

Wayan Mirna Salihin tewas setelah meminum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia. Mirna meminum kopi tersebut bersama dua temannya saat kuliah di salah satu sekolah desain di Sidney, Australia. Keduanya adalah Jessica dan Hani.

Nyawa Mirna tak tertolong setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Polisi kemudian menyimpulkan kematian Mirna karena meminum kopi yang bercampur bahan kimia mematikan, yaitu sianida. Polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka dan menahannya.

Inilah perjalanan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang menjerat Jessica Kumala Wongso:

Rabu, 6 Januari 2016
Wayan Mirna Salihin bertemu dengan dua sahabatnya, Jessica dan Hani di Kafe Olivier, Grand Indonesia. Jessica datang lebih awal sekitar pukul 16.00 WIB. Dia memesan minuman termasuk es kopi Vietnam. Mirna datang pukul 17.00 WIB.

Mirna kemudian menyeruput kopi Vietnam yang sudah disediakan. Baru sekali seruputan, Mirna kejang-kejang. Pengelola kafe membawa Mirna ke klinik mal. Joshua, dokter di klinik itu, mengatakan Mirna dibawa ke klinik oleh temannya, seorang petugas keamanan Olivier, dan petugas keamanan Mal Grand Indonesia. "Mirna dibawa ke klinik menggunakan kursi roda," tutur dia. Mirna kemudian dirujuk ke RS Abdi Waluyo dan dinyatakan meninggal.

10 Januari 2016
Polisi menemukan racun dalam kopi yang diminum Mirna. "Diduga salah satu sampel yang diminumnya mengandung zat sianida," kata Direktur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan dari hasil otopsi diketahui terjadi perdarahan di lambung Mirna. Padahal Mirna tak punya riwayat penyakit lambung.

11 Januari 2016
Jessica mulai diperiksa intensif. Polisi kemudian menggelar pra-rekonstruksi. Jessica dan Hani, dua teman Mirna, serta tiga karyawan kafe hadir dalam rekonstruksi yang berisi 60 adegan tersebut.

29 Januari 2016
Jessica ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara internal di Polda Metro Jaya. Polisi langsung meminta imigrasi mencegah Jessica ke luar negeri.

Pencekalan ini membuat Jessica depresi. Yudi Wibowo, pengacara Jessica, mengatakan kliennya itu stres akibat pemberitaan dan pemeriksaan polisi yang menyudutkannya.

30 Januari 2016
Jessica ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua Square sekitar pukul 07.45 WIB.

11 Februari 2016
Jessica menjalani tes kejiwaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Penyidik  menggunakan hasil tes ini untuk mengungkap motif pembunuhan yang ia lakukan.

19 Februari 2016
Polisi menyerahkan berkas perkara Jessica ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

1 Maret 2016
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jessica Kumala Wongso. Hakim tunggal Wayan Merta menilai pokok gugatan yang diajukan Jessica tidak terbukti. "Permohonan pemohon ditolak seluruhnya."

21 Maret 2016
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan temuan 14 kasus pidana yang pernah melibatkan Jessica. Informasi itu merupakan buah kerja sama kepolisian Indonesia dan polisi Federal Australia setelah melacak kehidupan Jessica selama tinggal di Australia.

29 Maret 2016
Polisi memperpanjang masa penahanan Jessica. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan penambahan waktu penahanan itu agar penyidik bisa melengkapi berkas penyidikan Jessica seperti yang diminta jaksa. Sebelumnya berkas Jessica kembali dikembalikan kejaksaan ke polisi karena dinyatakan belum lengkap.

26 Mei 2016
Setelah beberapa kali bolak-balik, berkas kasus Jessica akhirnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Polisi menyerahkan surat dari kepolisian Australia seperti yang diminta jaksa.

27 Mei 2016
Jessica dipindahkan ke Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta Timur.

15 Juni 2016
Jessica menjalani sidang perdana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. o tmp
Berita Lainnya
Minggu, 30 Desember 2018
Sabtu, 29 Desember 2018
Jumat, 28 Desember 2018
Kamis, 20 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 09 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018