Kamis, 19 Agustus 2010 01:15:37

Gerbong Khusus Wanita Belum Dipatuhi Penumpang

Gerbong Khusus Wanita Belum Dipatuhi Penumpang

Beritabatavia.com - Berita tentang Gerbong Khusus Wanita Belum Dipatuhi Penumpang

Kebijakan gerbong khusus wanita yang diberlakukan PT KAI Komuter belum dipatuhi oleh penumpang KRL AC ekonomi Jabodetabek jurusan Jakarta-Bogor. Kaum ...

Gerbong Khusus Wanita Belum Dipatuhi Penumpang Ist.
Beritabatavia.com - Kebijakan gerbong khusus wanita yang diberlakukan PT KAI Komuter belum dipatuhi oleh penumpang KRL AC ekonomi Jabodetabek jurusan Jakarta-Bogor. Kaum wanita malah terlihat bingung ketika mendengar pengumuman dalam gerbong kereta, yang menyebut bahwa gerbong paling depan dan belakang diperuntukan khusus bagi mereka.Wah, kami sudah duduk disini masa disuruh ke gerbong depan, ujar seorang wanita yang naik bersama temannya dari stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (19/8).
Seorang penumpang lelaki berkata, tidak masalah jika duduk disini, tidak perlu ke gerbong depan. Kalau beramai-ramai ya gak masalah. Apalagi kalau statusnya suami istri atau sedang pacaran, masa harus pisah?,ujarnya.
Beberapa wanita yang baru naik kereta bergegas pindah ke gerbong depan atau belakang, setelah mendengar pengumuman dari pengeras suara di kereta. Namun kaum wanita lainnya terlihat acuh dengan pemberitahuan itu.
Ternyata di gerbong depan maupun belakang yang khusus wanita itu, tetap saja bercampur baur antara lelaki dan perempuan. Mungkin karena situasi kereta yang padat penumpang, jadi pengumuman itu dianggap angin lewat. Lagipula ini baru hari pertama, jadi kejadian ini bisa dimaklumi.
Kebijakan gerbong kereta khusus wanita ini diambil PT KAI, menurut direktur PT KAI, Ignatius Jonan, karena permintaan penumpang kereta yang merasa khawatir jika mereka nantinya menjadi korban pelecehan seks di dalam kereta, terutama jika KRL dalam keadaan penuh sesak. Namun seharusnya, kebijakan ini dilakukan juga pada kereta ekonomi biasa, yang jauh lebih padat penumpang. Tapi yang lebih penting lagi, seperti himbauan walikota Depok, Nurmahmudi, frekwensi kedatangan kereta harus ditambah, jadi kemungkinan terjadi kepadatan penumpang dapat diminimalisir. Dengan demikian jika kereta tidak dalam keadaan padat, resiko terjadi pelecehan seks dapat dicegah. O brn
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026